Nekat Demi Konten, 2 Turis AS Terobos Kandang Bayi Monyet Viral di Jepang: Mengejutkan!

Nekat Demi Konten, 2 Turis AS Terobos Kandang Bayi Monyet Viral di Jepang: Mengejutkan!
Foto: Nekat Demi Konten, 2 Turis AS Terobos Kandang Bayi Monyet Viral di Jepang: Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
p>Pihak kepolisian Jepang baru-baru ini mengamankan dua turis asal Amerika Serikat akibat tindakan nekat di sebuah kebun binatang demi kebutuhan konten media sosial. Salah satu turis tersebut dilaporkan menerobos masuk ke area kandang monyet yang saat ini tengah menjadi pusat perhatian dunia berkat keberadaan bayi monyet viral bernama Punch.

Peristiwa ini terjadi di Kebun Binatang Kota Ichikawa yang berlokasi di kawasan pinggiran Tokyo, Jepang. Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi penangkapan kedua pelaku tersebut pada Senin, 18 Mei waktu setempat.

Berdasarkan laporan dari pihak kepolisian yang dilansir melalui VN Express, aksi provokatif ini dilakukan pada Minggu, 17 Mei dengan pembagian peran di antara kedua pelaku. Pelaku pertama yang masuk ke kandang merupakan seorang pria berusia 24 tahun yang mengaku berstatus sebagai mahasiswa.

Pria tersebut nekat memanjat pagar pembatas sebelum akhirnya melompat ke dalam parit kering yang mengelilingi area pameran monyet. Di dalam rekaman media sosial, pelaku terlihat mengenakan kostum bertopeng senyum dan kacamata hitam yang memicu kepanikan pada kawanan monyet di sana.

Aksi tersebut direkam oleh pelaku kedua, seorang pria berusia 27 tahun yang mengaku bekerja sebagai penyanyi. Ia bertugas mendokumentasikan seluruh perilaku rekannya dari luar pagar pembatas untuk dijadikan konten.

Beruntung, kedua turis ini tidak sampai melakukan kontak fisik secara langsung dengan satwa yang ada di dalam kandang. Petugas keamanan kebun binatang bergerak cepat dengan segera meringkus keduanya di lokasi kejadian sebelum situasi memburuk.

Saat menjalani proses interogasi, kedua warga negara Amerika Serikat ini diketahui tidak membawa kartu identitas resmi. Mereka juga sempat mencoba memberikan identitas palsu untuk mengelabui petugas yang memeriksa mereka.

Pihak berwenang akhirnya menjerat kedua pelaku dengan pasal pemaksaan obstruksi bisnis. Pasal ini dikenakan karena tindakan mereka dinilai telah mengacaukan operasional serta kenyamanan di fasilitas publik tersebut.

Meski bukti rekaman sudah tersebar, kedua pelaku dilaporkan sempat membantah dakwaan yang diajukan kepada mereka. Insiden nekat ini sendiri terjadi di tengah tren lonjakan kunjungan wisatawan ke Kebun Binatang Ichikawa sepanjang tahun ini.

Meningkatnya popularitas tempat ini secara drastis dipicu oleh ketenaran seekor bayi monyet makaka bernama Punch. Sosok Punch menjadi bintang internet global setelah foto-fotonya yang menyentuh hati tersebar luas di jagat maya.

Informasi Mengenai Fenomena Bayi Monyet Punch :

  • Punch merupakan seekor bayi monyet jenis makaka yang lahir pada bulan Juli tahun lalu.
  • Ia menjadi viral karena sering terlihat memeluk boneka orangutan produk IKEA di dalam kandangnya.
  • Tindakan memeluk boneka tersebut dilakukan Punch sebagai bentuk mencari kenyamanan setelah ia ditolak oleh induk kandungnya.
  • Kisah pilu kehidupan Punch memicu munculnya komunitas penggemar setia di media sosial dengan tagar khusus #HangInTherePunch.

Kisah hidup Punch yang mengharukan telah menarik ribuan pengunjung, baik dari kalangan domestik maupun internasional, untuk datang langsung ke Ichikawa. Namun, popularitas ini sayangnya juga dimanfaatkan secara negatif oleh oknum pencari konten seperti yang dilakukan kedua turis tersebut.

Berikut adalah ringkasan fakta terkait insiden penerobosan kandang di Kebun Binatang Kota Ichikawa tersebut.

Aspek Informasi Detail Kejadian
Lokasi Kejadian Kebun Binatang Kota Ichikawa, Jepang
Identitas Pelaku Dua pria asal AS (Mahasiswa 24 th & Penyanyi 27 th)
Motif Aksi Pembuatan konten untuk media sosial
Tuduhan Hukum Pemaksaan obstruksi bisnis (mengganggu operasional publik)
Status Satwa Aman, tidak sempat terjadi kontak fisik langsung

Tindakan tidak terpuji ini sangat disayangkan karena dapat membahayakan keselamatan manusia sekaligus mengganggu kesejahteraan satwa di kebun binatang. Pihak berwenang berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi wisatawan lain agar tetap menghormati aturan di tempat wisata mana pun.

Artikel terkait

Rekomendasi