Mortal Kombat 2 Dihujat Kritikus tapi Malah Laris Manis Ditonton

Mortal Kombat 2 Dihujat Kritikus tapi Malah Laris Manis Ditonton
Foto: Ilustrasi Mortal Kombat 2 Dihujat Kritikus tapi Malah Laris Manis Ditonton.
Ukuran teks

Film terbaru bertajuk Mortal Kombat II memicu perdebatan sengit antara penilaian para kritikus profesional dan antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh penonton di bioskop. Sutradara Simon McQuoid menghadapi kritik tajam karena dianggap gagal mempertahankan kedalaman emosional serta kualitas penceritaan yang sebelumnya hadir pada seri pertama film ini.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman agregator Rotten Tomatoes hingga Jumat (8/5), film ini hanya mendapatkan skor 70 persen pada indikator Tomatometer dari 99 ulasan kritikus. Salah satu kecaman keras datang dari Kyle Smith asal Wall Street Journal yang menilai film ini terlalu terpaku pada kebrutalan fisik tanpa memberikan keterikatan batin yang berarti bagi pemirsa.

Smith memberikan perumpamaan bahwa adegan aksi tanpa pertaruhan emosional di dalam film ini terasa membosankan layaknya melihat mesin pengolah makanan yang sedang menghancurkan buah tomat. Ia menegaskan bahwa aspek kemanusiaan atau "hati" sangat minim dalam karya ini, karena pembuat film seolah hanya menganggap organ tersebut sebagai alat untuk memompa darah semata.

Kritik senada juga dilontarkan oleh sejumlah pengamat lain yang merasa McQuoid terlalu sibuk memanjakan penggemar lama melalui berbagai layanan fan service yang berlebihan. Alison Willmore dari New York Magazine berpendapat bahwa sutradara hanya sekadar memutar tombol ekspektasi penggemar sambil terus memantau reaksi dari hasil uji coba penonton sebelumnya.

Kritikus Jake Wilson dari Sydney Morning Herald menambahkan bahwa alur cerita film ini sudah terlalu absurd untuk bisa dianggap sebagai sebuah karya yang serius bagi para penontonnya. Ia juga menyoroti kegagalan produksi dalam menjaga konsistensi suasana dari satu adegan ke adegan lainnya, sehingga film terasa tidak memiliki arah atmosfer yang jelas.

Kekecewaan juga diungkapkan oleh Alison Formen dari IndieWire yang menilai McQuoid tidak mampu menghubungkan kesuksesan kerja kerasnya dari lima tahun lalu ke dalam sekuel ini. Ia menganggap hasil akhir film yang dirilis saat ini tidak memenuhi standar kualitas yang seharusnya bisa dicapai oleh sutradara yang sama di masa lalu.

Meski dihujani kritik, beberapa ulasan positif tetap muncul seperti dari Amon Warmann dari Empire Magazine yang memuji aspek kreativitas dalam setiap adegan serangan fatality. Warmann merasa variasi pertarungan yang disuguhkan tetap mampu memberikan hiburan yang segar meskipun terdapat beberapa kekurangan pada kualitas efek visual di beberapa bagian.

Dukungan serupa datang dari Meagan Navaro melalui Bloody Disgusting yang memberikan apresiasi khusus pada babak akhir pertempuran karena dinilai lebih memuaskan secara narasi. Ia memuji keputusan tim produksi untuk tetap berpegang teguh pada kanon asli dari gim video yang menjadi landasan utama pembuatan film laga tersebut.

Navaro juga menekankan bahwa kehadiran jajaran karakter yang menawan serta adegan fatality yang penuh darah berhasil membuat penonton merasa sangat puas hingga akhir pemutaran. Kombinasi unsur tersebut ditambah lagu tema yang ikonik di akhir film diyakini mampu membuat para penggemar tetap merasa terhibur saat meninggalkan kursi bioskop.

Kategori Penilaian Skor Persentase Platform Sumber
Kritikus Film (Tomatometer) 70% Rotten Tomatoes
Penonton Umum (Popcornmeter) 91% Rotten Tomatoes

Kondisi yang sangat kontras justru terlihat dari sisi penggemar umum yang memberikan sambutan luar biasa hangat dengan perolehan skor mencapai 91 persen di Popcornmeter. Para penonton mengaku sangat menikmati sajian visual khas gim serta munculnya berbagai karakter ikonik yang membangkitkan memori nostalgia masa lalu bagi mereka.

Secara garis besar, jalan cerita dalam sekuel ini menitikberatkan pada kompetisi mematikan para petarung dari Earthrealm yang harus berjuang di wilayah Outworld demi sebuah kemenangan. Proyek besar ini kembali digarap oleh duet sutradara Simon McQuoid bersama Warner Bros, sementara posisi penulis skenario kali ini dipercayakan kepada Jeremy Slater.

Aktor papan atas seperti Joe Taslim, Ludi Lin, Jessica McNamee, hingga Tadanobu Asano dipastikan kembali memerankan karakter kunci mereka untuk memperkuat jajaran pemain lama. Selain itu, hadir pula wajah-wajah baru yang memperkaya dinamika cerita seperti Karl Urban sebagai salah satu tokoh utama, serta Adeline Rudolph dan Tati Gabrielle.

Kehadiran Adeline Rudolph yang berperan sebagai Kitana dan Tati Gabrielle sebagai Jade menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton yang telah lama menantikan karakter tersebut. Film Mortal Kombat II sendiri sudah mulai menyapa para penggemar genre aksi di seluruh bioskop Indonesia sejak tanggal 6 Mei yang lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi