Momen Haru Putin Temui Lagi Bocah China Usai 26 Tahun, Kini Jadi Sukses: Mengejutkan!

Momen Haru Putin Temui Lagi Bocah China Usai 26 Tahun, Kini Jadi Sukses: Mengejutkan!
Foto: Momen Haru Putin Temui Lagi Bocah China Usai 26 Tahun, Kini Jadi Sukses: Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

BEIJING, KOMPAS.com – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali bertemu dengan seorang pria asal China bernama Peng Pai, lebih dari 25 tahun setelah pertemuan mereka saat Peng masih berusia 12 tahun. Pertemuan istimewa ini terjadi pada Rabu (20/5/2026) di Beijing, saat Putin melakukan kunjungan selama dua hari ke China.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Wisma Tamu Negara Diaoyutai, Putin memuji keputusan Peng untuk melanjutkan pendidikan di Rusia. Menurut pernyataan dari Kremlin, Putin menyatakan bahwa hal tersebut sangat menyenangkan baginya.

Pertemuan yang Berawal dari Momen Tak Terduga:

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Peng Pai, bocah 12 tahun asal China, pada 17 Juli 2000. Berdasarkan laporan dari Russia Today (RT), pertemuan pertama mereka terjadi pada bulan itu ketika Putin pertama kali mengunjungi China sebagai presiden.

Putin saat itu melakukan pemberhentian mendadak di Taman Beihai, Beijing, setelah mengunjungi Kota Terlarang. Meski tidak masuk agenda resmi, kawasan ini belum dikosongkan dari pengunjung, dan di sanalah Putin melihat Peng yang sedang diangkat ayahnya ke pagar batu agar dapat melihat lebih jelas.

Harian resmi Partai Komunis Provinsi Hunan, Hunan Daily, melaporkan bahwa Putin mengangkat bocah tersebut, mencium keningnya, dan berbicara singkat dalam bahasa Rusia. Foto-foto dari momen itu kemudian menjadi viral di media China, dan keluarga Peng menyimpan foto serta kliping koran tentang peristiwa tersebut selama bertahun-tahun.

Terinspirasi oleh Rusia Sejak Kecil:

Menurut Peng, pertemuan keduanya dengan Putin terasa "lebih tidak nyata daripada fiksi ilmiah". Kesan mendalam terhadap Rusia sejak kecil mempengaruhi jalan hidupnya secara signifikan.

Menurut Hunan Daily, Peng kemudian melanjutkan studi teknik jembatan dan terowongan di Moscow Automobile and Road Construction State Technical University dengan bantuan beasiswa dari pemerintah Rusia. Ia meraih gelar magister pada 2013.

Saat ini, Peng adalah insinyur senior dan kepala departemen teknologi di sebuah perusahaan konstruksi milik negara di Provinsi Hunan. Ia juga aktif dalam berbagai proyek infrastruktur, termasuk pembangunan jembatan penyeberangan di Changsha yang meraih penghargaan.

Artikel terkait

Rekomendasi