Film horor terbaru tanah air berjudul The Bell: Panggilan untuk Mati resmi hadir dengan mengangkat kengerian legenda lokal dari tanah Belitung. Karya layar lebar ini memperkenalkan sosok Penebok Ati, sebuah entitas mistis yang ceritanya telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Penebok digambarkan sebagai sesosok makhluk mengerikan berkepala buntung yang memiliki kegemaran mencabut kepala manusia sebagai korbannya. Mitos ini menjadi inti kekuatan cerita dalam film yang berusaha membawa ketakutan urban legend Belitung ke hadapan penonton nasional.
Sinopsis dan Teror Penebok Ati
Kisah dalam The Bell: Panggilan untuk Mati bermula ketika sekelompok anak muda secara nekat mencuri sebuah lonceng keramat di Belitung demi kepentingan konten media sosial. Tindakan ceroboh tersebut ternyata merusak kesucian lonceng yang selama ini berfungsi sebagai penyegel kekuatan jahat yang sangat berbahaya.
Akibatnya, Penebok yang merupakan hantu tanpa kepala bergaun merah bangkit kembali setelah terkurung selama ratusan tahun lamanya. Makhluk ini sejatinya adalah urban legend yang sering digunakan para orang tua untuk menakuti anak-anak agar tidak bermain terlalu jauh dari rumah.
Jika dahulu ia dikisahkan hanya mengincar anak kecil, kini setelah bangkit, Penebok mulai meneror seluruh warga kampung dengan cara yang sangat keji. Ia menebas dan mengambil kepala para penduduk satu per satu untuk dijadikan sebagai tumbal dari kemarahannya.
Kondisi yang semakin mencekam ini memaksa karakter bernama Danto, yang diperankan oleh Bhisma Mulia, untuk segera kembali ke kampung halamannya di Belitung. Danto merasa terpanggil untuk menyelidiki asal-usul kekuatan jahat tersebut serta mencari cara yang efektif guna menghentikan aksi berdarah Penebok.
Dalam upayanya, Danto bekerja sama dengan Airin yang diperankan oleh Ratu Sofya untuk mempelajari kembali mitos-mitos kuno yang berkembang di desa mereka. Investigasi keduanya membawa mereka pada kenyataan bahwa terdapat aturan adat lama dan kepercayaan tertentu yang menyimpan kunci untuk melawan sang entitas.
Terungkap pula sebuah fakta pilu bahwa Penebok dulunya adalah seorang noni Belanda yang tewas secara tragis saat berjuang mempertahankan tanah miliknya. Kematian yang tidak wajar itu membuat arwahnya terus bergentayangan dan berubah menjadi sosok hantu haus darah yang suka mencabut kepala orang.
Kaitan Mitos dengan Kejadian Nyata
Mitos mengenai Penebok kian menguat di kalangan masyarakat karena adanya laporan mengenai penemuan mayat tanpa kepala di sejumlah pantai di wilayah Belitung. Peristiwa-peristiwa mengerikan ini sempat tercatat oleh berbagai media massa dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni dari tahun 2008 hingga 2021.
| Rentang Tahun Laporan | Lokasi Penemuan Korban | Detail Kejadian |
|---|---|---|
| 2008 - 2021 | Berbagai Pantai di Belitung | Ditemukan mayat tanpa kepala yang memperkuat mitos Penebok |
Film The Bell: Panggilan untuk Mati didukung oleh jajaran aktor berbakat seperti Bhisma Mulia, Ratu Sofya, Givina Dewi, Syalom Razade, Mathias Muchus, serta Septian Dwi Cahyo. Kursi penyutradaraan diisi oleh Jay Sukmo, sementara naskah ceritanya disusun secara apik oleh penulis Priesnanda Dwi Satria.
Proyek ini sekaligus menjadi torehan perdana bagi Priesnanda Dwi Satria dalam menggarap skenario film bergenre horor di industri perfilman Indonesia. Tidak hanya menyasar pasar domestik, film ini juga dijadwalkan untuk melakukan ekspansi ke level internasional melalui keikutsertaannya dalam ajang bergengsi.
The Bell: Panggilan untuk Mati dijadwalkan berpartisipasi dalam Cannes Film Market yang akan berlangsung pada tanggal 12 hingga 20 Mei 2026 mendatang. Bagi para pecinta film horor di tanah air, karya mencekam ini sudah dapat dinikmati di seluruh jaringan bioskop mulai tanggal 7 Mei 2026.