Jenderal Chris Donahue yang menjabat sebagai komandan Komando Eropa-Afrika Militer Amerika Serikat kini berada dalam posisi terancam. Ia dilaporkan menjadi target pemecatan selanjutnya oleh Menteri Perang AS, Pete Hegseth.
Kabar mengenai rencana pencopotan perwira tinggi ini memicu reaksi keras dari kalangan politik di Washington. Salah satunya datang dari Senator Partai Republik, Thom Tillis, yang secara terbuka memperingatkan Hegseth agar membatalkan rencana tersebut.
Rencana Restrukturisasi Besar di Pentagon
Berdasarkan laporan yang beredar, Pentagon memang tengah menggodok rencana perombakan struktur organisasi militer sejak akhir tahun lalu. Langkah ini bertujuan untuk menyatukan beberapa komando di bawah satu payung organisasi baru.
Rincian unit komando yang rencananya akan dilebur menjadi satu organisasi adalah sebagai berikut:
- Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command).
- Komando Eropa Amerika Serikat (US European Command).
- Komando Afrika Amerika Serikat (US Africa Command).
Organisasi payung yang baru tersebut nantinya akan diberi nama Komando Internasional AS. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi koordinasi militer Amerika di kancah global.
Dampak Terhadap Posisi Jenderal Donahue
Laporan dari NOTUS menyebutkan bahwa penggabungan ini secara otomatis akan menurunkan level pangkat Komando Angkatan Darat AS di Eropa dan Afrika. Dampak langsungnya adalah penggantian Jenderal Chris Donahue dari kursi kepemimpinannya.
Langkah ini disinyalir merupakan bagian dari perubahan strategi kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Eropa. Pergeseran kebijakan ini pun mulai memicu ketegangan diplomatik antara pemerintahan Donald Trump dengan aliansi NATO.
Faktor utama yang memicu keretakan hubungan diplomatik tersebut antara lain:
- Tuduhan AS bahwa sekutu Eropa kurang berkontribusi dalam pengamanan Selat Hormuz.
- Konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dengan pihak Iran.
- Ketidaksepakatan strategi pertahanan kolektif di wilayah konflik yang sedang memanas.
Kondisi ini semakin memperumit hubungan transatlantik yang selama ini menjadi pilar pertahanan Barat. Ketegangan meningkat seiring dengan tekanan Washington terhadap negara-negara Eropa agar lebih aktif dalam operasi militer global.
Kritik Internal terhadap Kebijakan Pete Hegseth
Sejak menjabat sebagai kepala Pentagon, Pete Hegseth tercatat telah melakukan perombakan besar-besaran di tubuh militer. Hingga bulan lalu, ia diketahui telah memberhentikan belasan perwira senior dari jabatan strategis mereka.
Aksi pembersihan di komando militer ini mulai menimbulkan riak kegelisahan di internal Partai Republik sendiri. Fenomena gesekan internal ini tergolong jarang terjadi pada masa pemerintahan yang sedang menghadapi banyak tantangan eksternal.
Senator Thom Tillis menilai keputusan-keputusan yang diambil oleh Hegseth cenderung impulsif dan kurang mempertimbangkan realitas di lapangan. Ia menganggap kebijakan sang Menteri Perang dapat merusak hubungan dengan para profesional militer terbaik Amerika.
Dalam pernyataannya, Tillis menegaskan bahwa tindakan tersebut mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap sekutu utama Amerika. Ia mendesak adanya kebijaksanaan yang lebih mendalam sebelum melakukan pergantian kepemimpinan militer yang krusial.