Kesuksesan besar yang diraih oleh lagu-lagu dalam film animasi musikal KPop Demon Hunters ternyata menyimpan cerita panjang yang sangat menarik untuk disimak.
Sebagai sebuah karya animasi musikal, aransemen musik dalam KPop Demon Hunters memegang peranan yang sangat krusial bagi keseluruhan cerita. Namun, bagaimana musik yang kental dengan nuansa K-pop tersebut bisa tercipta hingga menjadi fenomena global merupakan perjalanan kreatif yang unik.
Menariknya, Maggie Kang dan Chris Appelhans selaku kreator sekaligus sutradara awalnya tidak merencanakan elemen K-pop sebagai fokus utama dalam film ini.
Inspirasi di Balik Konsep Musik KPop Demon Hunters
Dalam sebuah sesi wawancara dengan Slate pada Juni 2025, Maggie Kang menjelaskan bahwa ide awal proyek ini adalah mengangkat budaya Korea. Ia ingin menampilkan kehidupan dukun, ritual tradisional, serta tarian dan lagu yang berpusat pada tokoh perempuan.
Kang melihat adanya kemiripan antara upacara tradisional dengan konser musik modern, di mana penonton dan penampil memiliki hubungan energi yang sangat kuat. Ia berniat menjadikan energi kolektif tersebut sebagai kekuatan super bagi para karakter dalam KPop Demon Hunters.
Namun, arah kreatif film ini mengalami pergeseran ketika pandemi melanda dunia dan menghentikan berbagai aktivitas tatap muka secara langsung. Pada periode itulah, Chris Appelhans menemukan inspirasi musik yang lebih spesifik untuk proyek film animasi tersebut.
Appelhans mengisahkan bahwa saat mereka sedang mendalami elemen sejarah Korea, grup BTS menyelenggarakan sebuah konser virtual berskala besar. Momen tersebut memberinya perspektif baru bahwa musik bisa menjadi kekuatan nyata untuk melawan kegelapan yang tengah melanda dunia.
Setelah mendapatkan pencerahan tersebut, tim produksi memutuskan untuk mencurahkan seluruh kemampuan mereka dalam merayakan kekuatan musik melalui film ini.
Kolaborasi Besar di Balik Layar Pembuatan Lagu
Ketika proses produksi film mulai berjalan, muncul tantangan besar mengenai siapa yang paling tepat untuk menggubah lagu-lagu dalam animasi tersebut.
Chris Appelhans menginginkan lagu yang tidak hanya mudah diingat oleh penonton, tetapi juga memiliki kedalaman makna yang kuat. Harapan tersebut akhirnya mulai menemukan titik terang ketika naskah film dibaca oleh Agnes Lee, produser dari Sony Pictures Animation.
Bagi Agnes Lee, hanya ada satu nama yang muncul di kepalanya saat membaca skenario tersebut, yaitu label musik ternama The Black Label.
Lee mengungkapkan bahwa energi dari grup musik seperti 2NE1 dan BLACKPINK terasa sangat selaras dengan naskah yang sedang ia kerjakan. Oleh karena itu, tim produksi segera menghubungi The Black Label untuk bekerja sama menangkap identitas unik musik K-pop.
Berikut adalah daftar talenta hebat yang terlibat dalam produksi musik film KPop Demon Hunters:
- Musik Latar (Score): Marcelo Zarvos bertanggung jawab penuh dalam menyusun atmosfer musik latar di sepanjang film.
- Penulis Lagu: Melibatkan nama-nama besar seperti Danny Chung, Ido, Vince, Kush, Ejae, Jenna Andrews, Stephen Kirk, Lindgren, Mark Sonnenblick, dan Daniel Rojas.
- Produser Musik: Digawangi oleh Teddy Park, bersama dengan 24, Ido, Dominsuk, Andrews, Kirk, Lindgren, serta Ian Eisendrath.
- Penyanyi dan Pengisi Suara: Ejae, Audrey Nuna, Rei Ami, Andrew Choi, Kevin Woo, samUIL Lee, Neckwav, hingga aktris legendaris Lea Salonga.
- Kolaborasi Spesial: Tiga personel TWICE yaitu Jeongyeon, Jihyo, dan Chaeyoung turut memberikan kontribusi suara mereka.
Kolaborasi lintas talenta ini berhasil menyatukan produser musik papan atas Korea dengan penulis lagu internasional untuk menciptakan identitas suara yang baru.
Kesuksesan Global dan Pencapaian Album Soundtrack
Seluruh hasil kerja keras tim musik ini kemudian dirangkum dalam album bertajuk KPop Demon Hunters (Soundtrack from the Netflix Film). Album tersebut resmi diluncurkan ke publik bersamaan dengan penayangan perdana filmnya pada tanggal 20 Juni 2025.
Terdapat total 12 lagu yang menghiasi album tersebut, termasuk beberapa lagu andalan seperti Takedown versi TWICE, Golden, dan How It's Done. Selain itu, ada lagu berjudul Your Idol yang dalam alur ceritanya dinyanyikan oleh grup fiksi bernama Saja Boys.
Lagu Takedown versi TWICE sebenarnya dirilis lebih awal pada hari yang sama dengan filmnya, namun sambutan publik saat itu belum terlalu masif. Perubahan besar baru terjadi ketika label Republic Records merilis single berjudul Golden pada tanggal 4 Juli 2025.
Lagu Golden seketika menjadi hit global dan berhasil merajai tangga lagu Billboard Global 200 serta menduduki posisi puncak di lebih dari 30 negara. Kesuksesan komersialnya pun luar biasa dengan catatan penjualan mencapai lebih dari 10 juta kopi di seluruh dunia.
Rincian prestasi dan penghargaan yang diraih oleh lagu Golden dapat dilihat pada tabel berikut:
| Kategori Pencapaian | Detail Penghargaan dan Rekor |
|---|---|
| Puncak Tangga Lagu | Nomor 1 di Billboard Global 200 dan 30 Negara Lainnya. |
| Total Penjualan | Lebih dari 10 juta kopi di seluruh dunia (Single Terlaris). |
| Penghargaan Bergengsi | Critics' Choice, Golden Globe, Grammy, dan Academy Award. |
| Rekor Khusus | Lagu K-pop pertama yang memenangkan Grammy dan Oscar sekaligus. |
Pencapaian luar biasa ini menjadikan lagu Golden sebagai tonggak sejarah baru bagi industri musik K-pop di kancah internasional. Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa musik dari film animasi mampu bersaing secara kualitas dengan karya musik pop arus utama lainnya.