Mengenal Sosok Backpacker Pertama di Dunia dan Sejarah Perjalanannya

Mengenal Sosok Backpacker Pertama di Dunia dan Sejarah Perjalanannya
Foto: Ilustrasi Mengenal Sosok Backpacker Pertama di Dunia dan Sejarah Perjalanannya.
Ukuran teks

Gaya hidup backpacker telah menjadi tren perjalanan yang sangat populer, terutama di kalangan generasi muda saat ini. Banyak orang mendambakan kebebasan dalam menjelajahi dunia hanya dengan membawa tas punggung dan anggaran terbatas.

Secara etimologi, kata "backpack" dalam bahasa Inggris merujuk pada aktivitas mendaki atau bepergian menggunakan ransel. Sementara itu, Urban Dictionary mendefinisikan backpacker sebagai subkultur pelancong yang membawa seluruh kebutuhan mereka di dalam satu tas punggung.

Para backpacker ini umumnya didorong oleh semangat petualangan yang tinggi dan keinginan kuat untuk menemukan lokasi-lokasi terpencil yang eksotis. Mereka biasanya meminimalkan pengeluaran agar bisa menghabiskan waktu lebih lama di perjalanan.

Demi menghemat biaya, para pelancong ini sering kali rela berbagi kamar atau memilih akomodasi sederhana yang jauh dari kesan mewah. Namun, pernahkah terlintas di pikiran Anda mengenai siapa sosok yang pertama kali mempopulerkan gaya perjalanan unik ini?

Berikut adalah profil singkat mengenai sosok pelopor gaya perjalanan backpacker di dunia:

  • Nama Lengkap: Giovanni Francesco Gemelli Careri.
  • Asal Negara: Italia.
  • Periode Perjalanan: Abad ke-17 (Mulai tahun 1693).
  • Latar Belakang: Mantan pengacara yang memilih meninggalkan kariernya demi bertualang.

Giovanni Francesco Gemelli Careri tercatat sebagai orang pertama yang melakukan perjalanan keliling dunia dengan konsep backpacker. Ia memutuskan berhenti dari profesinya sebagai pengacara untuk memulai pengembaraan selama lima tahun yang dimulai pada 1693.

Selama berkelana, Giovanni hanya mengandalkan sebuah tas punggung sederhana yang dilengkapi dengan dua tali bahu. Keputusan untuk membawa beban di punggung tersebut dianggap sangat tidak lazim pada masa itu.

Hal yang membuat perjalanannya semakin istimewa adalah fakta bahwa ia membiayai pengembaraannya secara mandiri. Giovanni melakukan petualangan tersebut tanpa dukungan sponsor ataupun misi resmi dari pihak mana pun.

Pada abad tersebut, kebanyakan orang Eropa yang bepergian jauh biasanya merupakan pedagang, misionaris, atau delegasi diplomatik. Giovanni mendobrak tradisi itu dengan menjadi warga biasa pertama yang menjelajah hanya demi rasa ingin tahu.

Rute perjalanannya mencakup wilayah yang sangat luas, mulai dari Turki, Persia, India, hingga wilayah Cina dan Filipina. Setelah itu, ia melintasi samudera menuju Meksiko sebelum akhirnya menumpang kapal Galleon Spanyol menuju Cadiz.

Perjalanan panjangnya berakhir ketika ia menempuh jalur darat untuk kembali ke tanah kelahirannya di Napoli, Italia. Sekembalinya dari pengembaraan pada tahun 1699, ia mengabdikan waktunya untuk mendokumentasikan semua pengalamannya.

Selama enam bulan, Giovanni menyusun catatan perjalanan yang sangat tebal hingga mencapai enam jilid. Karya legendarisnya tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul Voyage Around the World.

Buku tersebut juga dipublikasikan dalam bahasa Prancis pada tahun 1719 dengan judul Voyage du Tour du Monde. Tulisan Giovanni segera menjadi bacaan populer di Eropa dan dicetak dalam berbagai edisi karena daya tariknya yang luar biasa.

Meski sukses besar, tidak sedikit orang pada masa itu yang meragukan keaslian ceritanya dan mempertanyakan apakah ia benar-benar mengunjungi semua tempat itu. Namun, sejarah membuktikan bahwa catatan tersebut merupakan gambaran otentik mengenai kehidupan dunia di akhir abad ke-17.

Keakuratan detail dalam tulisannya akhirnya membuat para sejarawan mengakui nilai sejarah dari karya Giovanni tersebut. Bahkan, catatan perjalanannya disebut-sebut sebagai sumber inspirasi bagi Jules Verne saat menulis novel klasik "Around the World in Eighty Days".

Kini, warisan semangat Giovanni tetap hidup dalam diri jutaan backpacker modern yang terus menjelajahi pelosok bumi. Ia membuktikan bahwa dunia bisa dijelajahi hanya dengan sebuah ransel dan tekad yang kuat.

Artikel terkait

Rekomendasi