Mengenal KPM, Raksasa Pelayaran Zaman Kolonial dan Jejak Kemegahannya di Indonesia

Mengenal KPM, Raksasa Pelayaran Zaman Kolonial dan Jejak Kemegahannya di Indonesia
Foto: Ilustrasi Mengenal KPM, Raksasa Pelayaran Zaman Kolonial dan Jejak Kemegahannya di Indonesia.
Ukuran teks

Kawasan pesisir utara Jakarta, terutama area Kota Tua, menyimpan sejuta cerita sejarah yang seolah tidak pernah habis untuk digali. Salah satu daya tarik utamanya adalah sebuah bangunan dengan arsitektur megah dari abad ke-20 yang menjadi saksi bisu kejayaan perusahaan pelayaran terkaya asal Belanda.

Bangunan bersejarah yang dikenal dengan nama Gedung Internasional ini menyimpan jejak maritim yang luar biasa. Keberadaannya menjadi pusat perhatian dalam tur bertajuk "Oud Batavia en Omstreken: Dulu & Sekarang" yang dipandu oleh Gilang Ramadhan dari Free Guided Tour UPK Old Town.

Asal-Usul dan Kemegahan Gedung Internasional

Meskipun berada di tengah lingkungan yang didominasi oleh bangunan dari era 1800-an, Gedung Internasional sebenarnya memiliki usia yang relatif lebih muda. Berdasarkan keterangan pada prasasti batu fondasinya, gedung ini pertama kali diresmikan pada tanggal 25 Mei 1912.

Gilang menjelaskan kepada peserta tur bahwa gedung ini dibangun pada awal abad ke-20, sehingga tampilannya tampak lebih kokoh. Perbedaan gaya desainnya sangat mencolok jika dibandingkan dengan bangunan-bangunan lain di sekitarnya yang sudah ada sejak tahun 1800-an.

Pada awalnya, gedung ini menyandang nama yang cukup panjang, yaitu Van den Agent Der Internationale Crediet Enn Handelsvereeniging Rotterdam. Struktur bangunan yang luas ini awalnya dirancang sebagai area perkantoran bagi berbagai institusi keuangan serta perusahaan asuransi terkemuka.

Karena ukurannya yang sangat besar dan memiliki banyak ruangan, pihak pengelola kemudian memutuskan untuk menyewakan beberapa bagian gedung. Salah satu penyewa paling ikonik dan berpengaruh pada masa itu adalah perusahaan pelayaran raksasa bernama Rotterdam Lloyd.

Berikut adalah profil singkat mengenai entitas yang pernah menempati Gedung Internasional tersebut:

  • Rotterdam Lloyd: Merupakan salah satu dari lima perusahaan pelayaran paling kaya atau sering dijuluki sebagai perusahaan 'sultan' milik Belanda.
  • Rute Operasional: Mengelola jalur pelayaran internasional yang menghubungkan wilayah Nusantara dengan pasar global di berbagai benua.
  • Komoditas dan Logistik: Berperan penting dalam distribusi logistik dan pergerakan ekonomi antara wilayah jajahan dengan dunia internasional.

Kehadiran Rotterdam Lloyd di gedung ini memberikan pengaruh besar terhadap detail interior bangunan yang masih bisa kita saksikan hingga hari ini. Detail arsitektur yang mewah menjadi simbol kekuatan ekonomi perusahaan tersebut pada puncak kejayaannya.

Detail Arsitektur yang Menggambarkan Kejayaan Maritim

Sisa-sisa kemewahan raksasa maritim ini masih terpampang nyata di setiap sudut gedung, mulai dari lantai hingga langit-langit. Gilang menunjukkan bahwa pada masa operasionalnya, Rotterdam Lloyd sangat efektif dalam mengelola rute logistik internasional yang luas.

Berdasarkan arsip poster promosi zaman dahulu, layanan pelayaran mereka tidak hanya melayani rute domestik di dalam wilayah Nusantara. Mereka memiliki jalur yang menghubungkan Sumatera dan Jawa hingga mencapai Ceylon atau Sri Lanka, bahkan sampai ke Mesir.

Kemewahan gedung ini juga tercermin melalui penggunaan kaca patri yang sangat populer pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Di lantai dua, pengunjung dapat melihat kaca patri indah yang memadukan lambang Kota Batavia dengan inisial 'RL' yang mewakili Rotterdam Lloyd.

Beberapa elemen ornamen penting yang ada di dalam gedung ini meliputi:

  • Kusen Pintu 'Kas': Terletak di sisi kanan gedung, ruangan ini dulunya berfungsi sebagai pusat administrasi keuangan perusahaan.
  • Patung Singa Bermahkota: Sebuah ukiran teliti yang berada di atas kusen pintu sebagai simbol resmi dari Kerajaan Belanda.
  • Ukiran Kapal Galeon: Terletak di sisi kiri gedung, ukiran kayu ini menggambarkan kapal-kapal besar Eropa sebagai simbol bidang usaha pelayaran.
  • Lantai Keramik Orisinal: Ubin yang menghiasi dinding dan lantai merupakan instalasi asli sejak tahun 1912 dengan corak yang mirip dengan Museum Bank Indonesia.

Pihak pengelola sangat memperhatikan kelestarian ukiran-ukiran kayu dan ornamen asli agar sesuai dengan karakter awal bangunan. Hal ini dilakukan untuk menjaga esensi sejarah agar para pengunjung tetap bisa merasakan atmosfer masa lalu saat memasuki gedung.

Upaya Konservasi dan Tantangan Masa Kini

Sebagai bangunan yang telah diakui sebagai cagar budaya, Gedung Internasional telah melalui proses revitalisasi tanpa mengubah bentuk aslinya. Saat ini, pengelolaan seluruh area bangunan berada di bawah tanggung jawab Konsorsium Kota Tua.

Meskipun lantai dua bangunan saat ini dalam kondisi kosong, area yang luas tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Pihak konsorsium membuka peluang bagi siapa saja yang ingin bekerja sama untuk menggunakan ruang tersebut sebagai tempat usaha atau acara pribadi.

Walaupun struktur fasad bangunan masih terlihat sangat kokoh dan terjaga, tantangan dalam memelihara situs sejarah ini tetap ada. Masalah utama yang sering dihadapi oleh pengelola adalah tindakan tidak bertanggung jawab dari oknum masyarakat.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, masih terdapat coretan-coretan vandalisme yang merusak keindahan beberapa kusen pintu dan dinding bangunan. Kondisi ini sangat disayangkan mengingat nilai sejarah dan arsitektur yang terkandung di dalam gedung tersebut sangat tinggi.

Gilang menegaskan bahwa upaya memerangi vandalisme membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat luas. Preservasi yang dilakukan pemerintah tidak akan maksimal tanpa adanya kesadaran warga untuk ikut menjaga bangunan cagar budaya.

Edukasi mengenai pentingnya menghargai warisan sejarah harus terus ditingkatkan agar bangunan seperti Gedung Internasional tetap lestari. Dengan menjaga keasliannya, generasi mendatang masih bisa mempelajari jejak maritim Indonesia yang pernah menjadi pusat perhatian dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi