Mengenal Kandungan Gizi Ubi Cream Cheese, Benarkah Aman Dikonsumsi Saat Diet?

Mengenal Kandungan Gizi Ubi Cream Cheese, Benarkah Aman Dikonsumsi Saat Diet?
Foto: Ilustrasi Mengenal Kandungan Gizi Ubi Cream Cheese, Benarkah Aman Dikonsumsi Saat Diet?.
Ukuran teks

Ubi cream cheese saat ini tengah menjadi perbincangan hangat dan camilan yang sangat diburu di media sosial. Banyak masyarakat rela mengantre panjang demi menikmati kudapan yang dianggap lebih sehat daripada makanan manis berbasis tepung ini.

Meski berbahan dasar ubi, konsumsi camilan ini tetap memerlukan batasan yang jelas. Hal ini bertujuan agar asupan gula, lemak, serta total kalori yang masuk ke tubuh tidak menjadi berlebihan.

Porsi yang Disarankan Ahli Gizi

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa porsi ubi yang ideal adalah sekitar 100 hingga 150 gram untuk sekali makan. Takaran ini setara dengan satu porsi karbohidrat yang biasa digunakan untuk mengganti nasi putih.

Menurutnya, kebutuhan ini sebenarnya bergantung pada total kalori harian masing-masing individu. Beliau menekankan bahwa ubi memang memiliki keunggulan dibandingkan nasi karena kandungan seratnya yang lebih tinggi.

Serat pada ubi dapat memberikan rasa kenyang yang bertahan lebih lama bagi siapa saja yang mengonsumsinya. Namun, manfaat kesehatan ini bisa berkurang drastis jika ditambahkan bahan pelengkap yang mengandung banyak gula dan lemak.

Batasan penggunaan topping untuk menjaga kualitas gizi :

  • Gunakan cream cheese dalam jumlah tipis atau sekitar 20 hingga 30 gram saja untuk satu porsi.
  • Waspadai tambahan susu kental manis yang dapat meningkatkan kadar gula secara signifikan.
  • Batasi penggunaan mentega atau butter agar kadar lemak jenuh tidak melonjak tajam.
  • Hindari penambahan gula pasir berlebih di atas ubi yang sudah manis secara alami.

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa kendali utama berada pada jenis dan jumlah topping yang digunakan. Cream cheese sendiri memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi sehingga pemakaiannya harus tetap terkontrol.

Risiko Bagi Kelompok Tertentu

Dokter Tjandra memberikan peringatan khusus bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu dalam mengonsumsi hidangan ini. Pasien pengidap diabetes, hipertensi, stroke, hingga penyakit jantung sangat disarankan untuk lebih berhati-hati.

Kelompok tersebut sebaiknya mengurangi atau bahkan menghindari penggunaan cream cheese dalam camilan mereka. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas kesehatan dan menghindari risiko komplikasi akibat lemak jenuh dan gula.

Rincian kandungan dan saran konsumsi ubi cream cheese :

Komponen Rekomendasi / Catatan
Berat Ubi 100 - 150 gram (setara porsi nasi)
Takaran Cream Cheese Maksimal 20 - 30 gram per porsi
Frekuensi Konsumsi Seminggu sekali atau dua minggu sekali
Kandungan Utama Karbohidrat kompleks dan serat tinggi

Tabel tersebut merangkum batasan aman agar camilan viral ini tidak mengganggu program diet atau kesehatan jangka panjang. Sangat penting bagi kita untuk tidak menjadikan makanan ini sebagai konsumsi rutin harian.

Bijak Menghadapi Tren Kuliner

Menikmati makanan yang sedang tren sah-sah saja asalkan dilakukan dengan penuh kesadaran akan dampaknya. Dokter Tjandra menyarankan agar konsumsi ubi cream cheese hanya dilakukan sesekali agar asupan kalori tetap terkendali.

Intinya, ubi memang merupakan sumber nutrisi yang baik bagi tubuh kita. Namun, penambahan topping kekinian yang berlebihan dapat mengubah camilan sehat tersebut menjadi sumber kalori yang tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi