Mengenal Golden Period Stroke: Waktu Krusial yang Menentukan Pemulihan Pasien 2026

Mengenal Golden Period Stroke: Waktu Krusial yang Menentukan Pemulihan Pasien 2026
Foto: Mengenal Golden Period Stroke: Waktu Krusial yang Menentukan Pemulihan Pasien 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Penyakit stroke hingga saat ini masih menjadi ancaman serius sebagai salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan permanen di Indonesia. Banyaknya kasus yang berakhir fatal sering kali disebabkan oleh keterlambatan penanganan medis yang melampaui masa kritis.

Masa kritis atau yang dikenal dengan istilah golden period ini berlangsung kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama kali muncul. Jika ditangani dalam kurun waktu tersebut, peluang pasien untuk pulih tanpa kecacatan berat akan jauh lebih besar.

Risiko Kerusakan Otak Akibat Keterlambatan

Pada kasus stroke iskemik, sel-sel otak akan mulai mati dengan cepat karena aliran darah yang terhambat. Semakin lama pasien menunda bantuan medis, semakin tinggi risiko terjadinya kelumpuhan, gangguan bicara, hingga kematian.

Kondisi ini menjadi tantangan besar di wilayah Sumatera Utara yang mencatat prevalensi stroke mencapai 9,3 persen. Angka tersebut menempatkan daerah ini sebagai salah satu wilayah dengan beban kasus stroke yang cukup tinggi di tingkat nasional.

Beberapa faktor utama penyebab tingginya angka tersebut adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala awal. Selain itu, terbatasnya akses terhadap fasilitas kesehatan dengan layanan stroke terpadu juga turut memperburuk situasi.

Masyarakat perlu mewaspadai tanda-tanda awal serangan stroke berikut ini:

  • Wajah yang mendadak terlihat miring atau mencong secara tidak wajar.
  • Kelemahan atau kelumpuhan pada salah satu sisi anggota gerak tubuh.
  • Gangguan bicara seperti suara yang mendadak pelo atau sulit dimengerti.
  • Penurunan tingkat kesadaran secara mendadak bagi penderita.

Jika gejala-gejala tersebut muncul, pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke lengkap. Penanganan yang cepat dan tepat menjadi kunci utama dalam meminimalkan kerusakan saraf permanen.

Standar Internasional di Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan

Menjawab kebutuhan layanan berkualitas, Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan kini resmi meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre dari World Stroke Organization (WSO). Pencapaian ini mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit swasta pertama di Indonesia dengan pengakuan internasional tersebut.

Sertifikasi ini bukan diberikan tanpa alasan, melainkan karena rumah sakit telah memenuhi standar ketat dalam penanganan pasien stroke. Penilaian mencakup kesiapan layanan gawat darurat 24 jam serta kecepatan diagnosis yang sangat krusial.

Berikut adalah beberapa kriteria standar tinggi yang dipenuhi untuk mendapatkan sertifikasi tersebut:

  • Ketepatan waktu penanganan medis sejak pasien tiba di rumah sakit (door-to-needle time).
  • Ketersediaan tim multidisiplin yang terdiri dari ahli neurologi, radiologi, hingga bedah saraf.
  • Kemampuan melakukan tindakan medis lanjutan seperti prosedur trombektomi untuk pembuluh darah.
  • Penyediaan layanan rehabilitasi medis yang berbasis pada bukti ilmiah terkini.

Chief Executive Officer Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, Hartono Teguh Wijaya, menyatakan bahwa sertifikasi ini merupakan bentuk komitmen pelayanan. Pihaknya berupaya memastikan masyarakat mendapatkan perawatan terbaik tanpa perlu berobat ke luar negeri.

Sebelum meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre, rumah sakit ini juga sempat menerima Diamond Award dari WSO Angels Awards. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan mereka dalam kecepatan diagnosis dan efektivitas terapi stroke akut secara konsisten.

Kehadiran pusat layanan stroke berstandar global di daerah diharapkan mampu memperluas akses kesehatan bagi masyarakat luas. Langkah ini menjadi strategi penting dalam menekan angka kematian dan kecacatan akibat stroke di seluruh Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi