Mengenal Diana Pragmata, Sosok Idola Baru yang Digandrungi Para Gamer 2026

Mengenal Diana Pragmata, Sosok Idola Baru yang Digandrungi Para Gamer 2026
Foto: Ilustrasi Mengenal Diana Pragmata, Sosok Idola Baru yang Digandrungi Para Gamer 2026.
Ukuran teks

Pragmata resmi meluncur pada 17 April 2026 dan langsung mencuri perhatian sebagai salah satu judul terbaru dari Capcom yang paling diminati. Game ini sukses mencatatkan angka penjualan fantastis mencapai 1 juta unit hanya dalam waktu dua hari sejak perilisan perdananya.

Cerita berfokus pada perjalanan Hugh Williams yang berupaya kembali ke Bumi ditemani oleh seorang gadis kecil misterius bernama Diana. Diana merupakan sosok Pragmata yang diciptakan di dalam fasilitas raksasa di Bulan yang dikenal dengan nama Cradle.

Daftar fakta menarik mengenai sosok Diana dalam game Pragmata:

  • Terbangun dalam kondisi tidak mengingat kejadian apa pun di fasilitas.
  • Menyelamatkan nyawa Hugh Williams melalui deteksi sinyal darurat.
  • Memiliki fisik anak kecil yang tidak bisa menua atau bertumbuh.
  • Alasan unik di balik kebiasaannya berjalan tanpa menggunakan alas kaki.
  • Latar belakang pembuatannya oleh Dr. Higgins sebagai proyek eksperimen.
  • Kisah haru di balik jaket biru ikonik yang ukurannya terlalu besar.
  • Informasi pengisi suara versi bahasa Inggris dan bahasa Jepang.

Berikut ini adalah rangkuman detail mengenai fakta-fakta Diana yang dikumpulkan dari berbagai dialog di dalam game serta diskusi komunitas para pemain.

1. Terbangun Tanpa Mengetahui Situasi Sekitar

Pada awal cerita, Diana digambarkan tidak memiliki pengetahuan tentang kondisi kekacauan yang terjadi di fasilitas Cradle. Hal ini terungkap melalui dialog saat Hugh bertanya apakah Diana benar-benar tidak menyadari situasi di sekitarnya.

Diana menjelaskan bahwa ia sebelumnya berada dalam mode tidur (Sleep Mode) saat disimpan di gudang penyimpanan. Ia baru menyadari bahwa fasilitas tersebut telah hancur setelah terbangun dari tidur panjangnya.

2. Pertemuan Tak Sengaja dengan Hugh Williams

Diana berperan besar dalam menyelamatkan Hugh Williams yang mengalami kecelakaan hebat di awal permainan. Ia menggunakan teknologi pencetakan 3D canggih milik Cradle untuk memperbaiki baju pelindung (suit) Hugh yang rusak parah.

Aksi penyelamatan ini terjadi karena Diana secara otomatis mendeteksi sinyal darurat yang terpancar dari alat komunikasi Hugh. Berkat respons cepatnya, Hugh berhasil selamat dari risiko fatal akibat kehabisan pasokan oksigen.

3. Wujud Fisik yang Tidak Bisa Bertumbuh

Diana memperkenalkan dirinya sebagai unit Pragmata model terbaru dengan fisik anak perempuan berambut pirang dan bermata biru. Meski memiliki pengetahuan luas layaknya manusia dewasa, tubuhnya dirancang untuk tetap dalam wujud anak-anak.

Ia menjelaskan kepada Hugh bahwa secara biologis dan teknis, dirinya tidak akan pernah menua. Wujud kecil ini akan terus ia sandang selamanya karena keterbatasan desain sebagai makhluk buatan manusia.

4. Rahasia Berjalan Tanpa Alas Kaki

Banyak pemain merasa penasaran mengapa Diana selalu terlihat berlarian di area Cradle yang luas tanpa menggunakan sepatu. Ternyata, tindakan ini bukan tanpa alasan, melainkan berkaitan dengan kebutuhan energinya.

Lantai di fasilitas Cradle dilengkapi dengan titik-titik energi khusus yang berfungsi sebagai pengisi daya baterai. Diana mengisi ulang daya tubuhnya secara langsung melalui telapak kaki agar tetap bisa beroperasi secara optimal.

5. Android Ciptaan Dr. Higgins

Diana sebenarnya memiliki kode resmi D-I-0336-7 dan merupakan Android yang dikembangkan oleh ilmuwan bernama Dr. Neil Higgins. Proyek ini awalnya bertujuan untuk mencari metode penyembuhan bagi putri Higgins, Daisy, yang sakit parah.

Namun, Diana sempat dianggap sebagai produk gagal karena sistem tubuhnya secara otomatis menolak zat lunafilament yang sedang diteliti. Hal inilah yang membuat Dr. Higgins memutuskan untuk menghapus ingatannya dan membuangnya ke gudang.

6. Makna di Balik Jaket Biru Kebesaran

Jaket biru yang menjadi ciri khas Diana ternyata merupakan pakaian milik orang dewasa yang diberikan oleh penciptanya. Dr. Higgins memakaikan jaket tersebut karena merasa iba melihat Diana yang tampak kedinginan sesaat setelah diaktifkan.

Meski ukurannya sangat longgar, Diana terus mengenakan jaket tersebut sebagai kenang-kenangan yang sangat berharga. Bagi Diana, jaket itu bukan sekadar pakaian, melainkan simbol perhatian yang pernah ia terima.

7. Sosok di Balik Suara Diana

Karakter Diana yang menggemaskan dihidupkan oleh dua pengisi suara berbakat untuk versi bahasa yang berbeda. Untuk dubbing bahasa Inggris, pengisi suaranya adalah Grace Saif yang sebelumnya dikenal lewat serial drama 13 Reasons Why.

Sementara itu, versi bahasa Jepang diisi oleh Nao Taoyama yang memiliki rekam jejak panjang di industri anime dan game. Nao Taoyama sebelumnya pernah terlibat dalam proyek besar seperti Sakamoto Days dan Grandblue Fantasy: Relink.

Informasi mengenai pengisi suara Diana dapat dilihat pada tabel berikut:

Versi Bahasa Nama Pengisi Suara Karya Terkenal Lainnya
Inggris Grace Saif 13 Reasons Why (Ani Achola)
Jepang Nao Taoyama Sakamoto Days, Grandblue Fantasy

Data di atas menunjukkan kualitas produksi Capcom dalam memilih talenta profesional untuk menghidupkan karakter kunci dalam game ini. Kolaborasi pengisi suara internasional ini memberikan dimensi karakter yang kuat bagi Diana di mata pemain global.

Itulah deretan fakta menarik mengenai Diana, robot kecil yang menjadi pusat perhatian dalam petualangan futuristik Pragmata. Karakteristiknya yang unik membuat pengalaman bermain game ini terasa lebih emosional bagi para gamer.

Artikel terkait

Rekomendasi