Mengejutkan, Ruben Onsu Ungkap Fakta Masa Lalu Sarwendah Usai Disindir Soal 200 Juta

Mengejutkan, Ruben Onsu Ungkap Fakta Masa Lalu Sarwendah Usai Disindir Soal 200 Juta
Foto: Mengejutkan, Ruben Onsu Ungkap Fakta Masa Lalu Sarwendah Usai Disindir Soal 200 Juta. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Hubungan pasca-perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas dan menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Perseteruan ini mencuat setelah keduanya diduga saling melontarkan sindiran melalui platform media sosial masing-masing.

Pemicu utamanya adalah pernyataan Sarwendah dalam sebuah siaran langsung yang menyinggung soal uang bulanan senilai Rp200 juta. Mantan personel Cherrybelle tersebut menyatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan nominal uang tersebut untuk menghidupi kebutuhan anak-anaknya.

Pernyataan Sarwendah ini muncul setelah kabar Ruben Onsu memutuskan untuk menghentikan nafkah bulanan bagi buah hati mereka. Langkah drastis tersebut diambil Ruben karena ia merasa dipersulit untuk bertemu dengan anak-anaknya setelah resmi berpisah.

Alasan di Balik Penghentian Nafkah

Persoalan hak asuh dan akses bertemu anak memang menjadi isu sensitif yang menyelimuti proses perceraian pasangan selebritas ini. Ruben mengungkapkan bahwa keputusannya berhenti mengirimkan uang bulanan berkaitan erat dengan komunikasi yang tidak lancar terkait waktu bersama anak.

Masalah ini pun memancing reaksi publik, mengingat nominal Rp200 juta per bulan bukanlah angka yang kecil untuk kebutuhan anak. Netizen terus memantau perkembangan hubungan keduanya yang tampak belum sepenuhnya membaik pasca putusan cerai.

Respons Menohok Ruben Onsu melalui Media Sosial

Tak tinggal diam dengan sindiran yang beredar, Ruben Onsu mengunggah sebuah pesan emosional melalui akun Threads miliknya. Unggahan tersebut diyakini banyak pihak sebagai balasan langsung atas komentar Sarwendah mengenai nafkah dan kemandirian finansial.

Dalam pesan yang cukup panjang, Ruben menyinggung tentang pengorbanan masa lalu yang mungkin telah dilupakan oleh pihak tertentu. Ia merasa tetap bangga meski saat ini posisinya diremehkan atau bahkan dihina oleh orang yang pernah ia bantu.

Berikut adalah ringkasan poin-poin dalam pesan emosional yang disampaikan Ruben Onsu:

  • Ketidaksediaan mempermasalahkan jika kebaikan dan rezeki yang pernah diberikan di masa lalu kini telah dilupakan.
  • Rasa bangga pernah membantu seseorang bangkit dari masa sulit hingga merawatnya dengan kerja keras dan keringat sendiri.
  • Harapan agar pihak yang bersangkutan bisa menjaga lisan dan tutur katanya di hadapan publik.
  • Imbauan untuk selalu mengingat sejarah dan bantuan yang pernah diterima sebelum melontarkan pernyataan negatif.

Pesan tersebut ditutup dengan harapan agar pihak yang dimaksud dapat lebih bijak dalam berbicara. Ruben menegaskan pentingnya etika lisan agar tidak menyakiti pihak yang pernah berjasa dalam hidupnya.

Unggahan tersebut pun langsung dibanjiri komentar dari warganet yang menyayangkan keretakan hubungan mereka yang semakin meruncing. Hingga saat ini, publik masih menanti apakah ada titik temu antara Ruben dan Sarwendah demi kepentingan masa depan anak-anak mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi