Mengejutkan, Gedung Putih Lockdown Akibat Rentetan Tembakan Saat Trump di Dalam

Mengejutkan, Gedung Putih Lockdown Akibat Rentetan Tembakan Saat Trump di Dalam
Foto: Mengejutkan, Gedung Putih Lockdown Akibat Rentetan Tembakan Saat Trump di Dalam. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Keamanan di pusat pemerintahan Amerika Serikat mendadak mencekam setelah puluhan suara tembakan terdengar di area luar Gedung Putih pada Sabtu malam waktu setempat.

Petugas Secret Service segera mengambil tindakan cepat dengan memberlakukan status penutupan wilayah atau lockdown di seluruh kompleks kantor presiden tersebut.

Presiden Berada di Dalam Gedung

Saat rentetan tembakan terjadi, Presiden Donald Trump diketahui sedang berada di dalam Gedung Putih untuk menjalankan agenda kenegaraan.

Trump dilaporkan tengah fokus melakukan negosiasi terkait kesepakatan dengan Iran ketika situasi darurat tersebut mulai pecah di luar gedung.

Sesaat setelah dentuman senjata api berhenti, aparat kepolisian bersama pasukan keamanan lainnya langsung bergerak melakukan penyisiran di area Gedung Putih.

Pasukan Garda Nasional juga dikerahkan untuk menutup akses masuk ke pusat kota Washington guna memastikan keamanan di sekitar lokasi kejadian.

Keterlibatan FBI dan Kesaksian Warga

Biro Investigasi Federal (FBI) kini telah bergabung dengan tim Secret Service untuk mengusut tuntas peristiwa penembakan yang cukup masif tersebut.

Direktur FBI, Kash Patel, mengonfirmasi melalui platform X bahwa personelnya sudah berada di lokasi untuk mendukung pengamanan di halaman Gedung Putih.

Seorang saksi mata yang berada di lokasi menceritakan suasana kepanikan yang terjadi saat peristiwa itu berlangsung.

Berikut adalah poin-poin penting terkait insiden penembakan di area Gedung Putih:

  • Jumlah tembakan yang terdengar diperkirakan mencapai 20 hingga 30 kali letusan.
  • Petugas keamanan langsung menutup seluruh akses publik menuju kompleks kepresidenan.
  • Seorang jurnalis AFP sempat dilarang masuk ke area pusat kota oleh Garda Nasional.
  • Saksi mata awalnya mengira suara tembakan tersebut merupakan bunyi kembang api sebelum massa mulai berlarian.

Rentetan fakta di atas menunjukkan betapa seriusnya ancaman keamanan yang terjadi di wilayah ring satu Amerika Serikat tersebut.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi pelaku dan motif di balik serangan tersebut.

Situasi di sekitar Gedung Putih masih dipantau secara ketat untuk mencegah adanya ancaman lanjutan bagi Presiden maupun staf lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi