Mengapa Euphoria Season 3 Kurang Memuaskan? Ini Faktor Mengejutkannya!

Mengapa Euphoria Season 3 Kurang Memuaskan? Ini Faktor Mengejutkannya!
Foto: Mengapa Euphoria Season 3 Kurang Memuaskan? Ini Faktor Mengejutkannya!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Euphoria Season 3 menuai banyak kritik karena jeda panjang antara musim kedua dan ketiga, kematian beberapa karakter utama, serta keputusan Sam Levinson yang tidak akan melanjutkan ke musim keempat. Meskipun para pemain seperti Zendaya, Sydney Sweeney, dan Jacob Elordi telah mencapai popularitas, relevansi cerita mereka dinilai tidak seimbang dan kehilangan makna. Sam Levinson mencoba mengubah tema menjadi Western Americana, namun usaha ini justru membuat narasi menjadi membingungkan dan pengembangan karakter menjadi kurang mendalam.

Euphoria Season 3, yang episode akhirnya bertajuk "In God We Trust", tayang pada 31 Mei 2026. Sam Levinson, sebagai showrunner dan pencipta, mengungkapkan kepada The New York Times bahwa ia tidak berencana melanjutkannya ke musim keempat. Hingga kini, serial ini gagal menarik hati para penonton dan kritikus. Salah satu alasannya adalah kematian karakter utama Rue Bennett, diperankan oleh Zendaya, akibat overdosis fentanyl. Selain itu, karakter Nate Jacobs, diperankan oleh Jacob Elordi, juga meninggal di episode sebelumnya, "Rain or Shine". Serial ini hanya menyisakan karakter seperti Maddy Perez, Cassie dan Lexi Howard, serta Jules Vaughn, namun mereka semua mengalami penghinaan atau pengkhianatan dalam musim ketiga.

Banyak faktor yang membuat Euphoria Season 3 dianggap kurang memuaskan. Berikut adalah lima alasan utama yang sering dibahas.

1. Jeda Empat Tahun Membuat Serial Kehilangan Sentuhan

Penundaan empat tahun antara Euphoria Season 2 dan Season 3 memengaruhi antusiasme penonton. Ditambah lagi, penundaan terjadi karena berbagai faktor, seperti pemogokan serikat pekerja di Hollywood pada 2023 dan kematian pemain kunci, Angus Cloud. Ada juga isu antara Zendaya dan Levinson yang menolak ide detektif swasta untuk musim ini. Akibat penundaan tersebut, banyak penggemar mulai meragukan apakah Season 3 akan dirilis.

2. Popularitas Pemeran yang Terlalu Besar pada Saat Peluncuran

Jeda panjang ini membuat para pemeran seperti Zendaya, Jacob Elordi, dan Sydney Sweeney semakin terkenal berkat proyek lain. Popularitas mereka dalam film lain menyebabkan tampilan mereka di Euphoria terasa kurang bertenaga. Keputusan untuk tidak melanjutkan ke season keempat juga dipengaruhi oleh hal ini, karena Levinson merasa energi serial menurun seiring meningkatnya pamor para aktor di luar Euphoria.

3. Tema Western Americana yang Membingungkan

Sam Levinson memperkenalkan tema Western Americana yang seharusnya menggambarkan kebebasan karakter-karakter dalam serial ini. Namun, penerapannya dianggap tidak punya visi kuat atau kedalaman jiwa yang cukup. Karakter Rue digambarkan sebagai penjahat di gurun yang membunuh Nate di adegan yang terasa hampa.

4. Pengembangan Karakter yang Tidak Adil

Dalam musim ini, beberapa karakter utama seperti Nate dan Jules digambarkan dengan kurang adil. Adegan Nate yang banyak sendirian atau bersama Sydney Sweeney membuat ceritanya kurang berarti. Jules juga menghadapi adegan yang tidak memberi peluang bagi Schafer untuk menunjukkan kemampuan aktingnya. Kedua aktor ini dinilai mengalami penurunan kualitas adegan yang signifikan.

5. Adegan yang Merusak Pengembangan Karakter

Season 3 dikenal dengan adegan yang menjijikkan dan mengejutkan. Rue terlihat berada di bawah kendali karakter lain, sementara Cassie melakukan tindakan yang dianggap konyol seperti mengenakan popok demi pemotretan OnlyFans. Kritik keras terhadap pendekatan ini membuat Sam Levinson tidak tertarik melanjutkan Season 4.

Pendapat Anda sendiri bagaimana tentang serial ini? Apakah Anda mengikuti Euphoria sejak awal?

```

Artikel terkait

Rekomendasi