Kawasan Kota Tua Jakarta selalu menyimpan daya tarik yang tak pernah habis untuk dikulik oleh para pelancong. Di balik arsitektur neoklasik yang megah, tersimpan sejarah panjang mengenai transformasi Batavia menjadi pusat finansial ternama di Asia.
Pada April 2026 lalu, unit pengelola kawasan setempat mengadakan tur berpemandu yang mengungkap berbagai sisi tersembunyi bangunan bersejarah. Dua di antara lokasi yang paling menarik perhatian adalah Museum Bank Indonesia dan Museum Mandiri yang sarat akan nilai historis.
Jejak Megah De Javasche Bank dan Museum BI
Perjalanan dimulai dengan mengunjungi bangunan monumental yang kini berfungsi sebagai Museum Bank Indonesia. Arsitekturnya yang sangat mewah seringkali membuat pengunjung salah mengira bahwa gedung ini dulunya merupakan sebuah istana kerajaan.
Faktanya, gedung ini merupakan cikal bakal bank sentral pertama di wilayah Asia yang dibangun secara bertahap sejak tahun 1903. Bank ini awalnya berdiri di area Kali Besar pada 1828 sebelum akhirnya berpindah ke lokasi strategis di Jalan Pintu Besar Utara.
Beberapa fakta penting mengenai Museum Bank Indonesia meliputi:
- Status Cagar Budaya: Resmi ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya sejak tahun 1993 melalui SK Gubernur DKI Jakarta.
- Peresmian Publik: Pertama kali dibuka untuk umum pada Desember 2006 oleh Gubernur BI saat itu.
- Pembukaan Resmi: Diresmikan secara formal oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Juli 2009.
Kini, museum tersebut menjadi destinasi favorit bagi para penggemar arsitektur klasik serta kolektor uang kuno atau numismatik. Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana sejarah keuangan Indonesia terbentuk dari masa ke masa di gedung ini.
Museum Mandiri: Dari Gudang Gula Hingga Lift Antik
Tepat di seberang Museum BI, berdiri kokoh gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) yang populer dengan sebutan Factorij. Dibangun sekitar tahun 1824, lokasi ini dulunya memegang peranan vital sebagai pusat kegiatan ekspor dan impor di era Hindia Belanda.
Gedung berlantai tiga ini memiliki keunikan tersendiri, di mana lantai teratasnya dahulu dimanfaatkan sebagai gudang penyimpanan komoditas tebu. Selain sejarah perdagangan, museum ini juga menyimpan kenangan penting mengenai krisis moneter 1998 yang menjadi latar belakang berdirinya Bank Mandiri.
Informasi menarik seputar fasilitas bersejarah di Museum Mandiri:
| Fasilitas/Bagian | Keterangan Unik |
|---|---|
| Lift Klasik | Lift peninggalan era Belanda yang masih berfungsi dan aktif hingga saat ini. |
| Lantai Atas | Dahulu difungsikan sebagai tempat penyimpanan gula atau sugar cane. |
| Koleksi Utama | Berfokus pada sejarah perbankan komersial dan dokumentasi krisis ekonomi. |
Keberadaan lift kuno yang masih bisa beroperasi menjadi salah satu daya tarik utama yang tidak boleh dilewatkan oleh pengunjung. Hal ini memberikan pengalaman otentik bagi siapa saja yang ingin merasakan suasana perkantoran di masa lampau.
Rahasia Kaca Patri Horoskop di Gedung NIHB
Tidak jauh dari kedua museum tersebut, terdapat gedung Nederlandsch-Indische Handelsbank (NIHB) yang masih beroperasi secara aktif. Meski dari luar tampak seperti kantor perbankan biasa, bagian dalam gedung ini menyimpan keindahan seni yang luar biasa.
Di dalam ruangan, pengunjung dapat menemukan kaca patri berwarna ungu terang yang membentuk motif 12 simbol zodiak. Mulai dari lambang Sagitarius hingga Capricorn, karya seni ini tersembunyi dan hanya bisa dinikmati secara eksklusif dari dalam bangunan.
Saat ini, gedung bersejarah tersebut masih berfungsi produktif sebagai kantor cabang Bank Mandiri di kawasan Kota Tua. Perpaduan antara fungsi perbankan modern dan ornamen klasik menjadikannya salah satu permata arsitektur yang tetap lestari di Jakarta.