Mendikdasmen: Bahasa Inggris Resmi Jadi Mapel Wajib SD Mulai 2026, Ini Aturannya

Mendikdasmen: Bahasa Inggris Resmi Jadi Mapel Wajib SD Mulai 2026, Ini Aturannya
Foto: Mendikdasmen: Bahasa Inggris Resmi Jadi Mapel Wajib SD Mulai 2026, Ini Aturannya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan kabar penting mengenai kurikulum sekolah dasar di Indonesia. Mulai tahun 2027 mendatang, Bahasa Inggris secara resmi akan ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 SD.

Pernyataan ini disampaikan Mu'ti ketika menghadiri peresmian Revitalisasi Pendidikan di SMKN 1 Sikur, Lombok Timur, pada Minggu (17/5/2026). Kebijakan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperkuat fondasi komunikasi siswa sejak usia dini.

Persiapan Tenaga Pendidik dan Kualitas Pembelajaran

Guna mendukung kebijakan baru tersebut, Kemendikdasmen kini tengah mematangkan berbagai persiapan teknis di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memberikan pelatihan khusus bagi guru-guru SD agar siap mengajar Bahasa Inggris.

Mu'ti menjelaskan bahwa pelatihan ini akan dilakukan secara bertahap dan mencakup seluruh guru SD di penjuru tanah air. Upaya ini bertujuan agar implementasi program di tahun 2027 dapat berjalan lancar dan seragam di tiap daerah.

Langkah ini juga dipandang sebagai strategi kementerian untuk membekali generasi muda dengan keterampilan abad ke-21. Dengan menguasai Bahasa Inggris lebih awal, siswa Indonesia diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar global.

Pemerintah telah merinci beberapa fokus utama dalam mempersiapkan kebijakan ini:

  • Penyusunan kurikulum Bahasa Inggris yang sesuai untuk tingkat sekolah dasar.
  • Pelaksanaan pelatihan guru melalui program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).
  • Penyediaan sarana dan prasarana pendukung di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
  • Evaluasi berkala terhadap kemampuan tenaga pendidik dalam memberikan materi komunikasi.

Rangkaian program pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mentransfer ilmu kepada para siswa di kelas.

Mengejar Ketertinggalan Indeks Kecakapan Bahasa Inggris

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, turut menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas pengajar. Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dalam kemampuan berbahasa Inggris saat ini masih memerlukan perhatian serius.

Berikut adalah rangkuman data posisi Indonesia dalam kemampuan Bahasa Inggris secara global menurut data Education First (EF) 2024:

Kategori Pemeringkatan Posisi Indonesia
Peringkat Global (Dunia) Peringkat 80 dari 116 Negara
Peringkat Regional (Asia) Peringkat 12 dari 23 Negara

Data di atas menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di posisi bawah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di wilayah Asia.

Atip menegaskan bahwa Bahasa Inggris tidak boleh hanya dipandang sebagai mata pelajaran teori yang diujikan di atas kertas. Ia mendorong agar bahasa tersebut benar-benar dijadikan sebagai alat komunikasi aktif di lingkungan sekolah.

Para guru juga diminta mulai membiasakan diri menggunakan Bahasa Inggris saat sesi pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Hal ini bertujuan agar para siswa terbiasa mendengar dan mempraktikkan bahasa tersebut secara langsung.

Optimisme tinggi menyelimuti program transformasi pendidikan ini, terutama melalui skema PKGSD-MBI yang sedang dijalankan. Pemerintah yakin bahwa tahun ajaran 2027/2028 akan menjadi titik balik kemajuan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi