Media Iran Sebut AS Cabut Sanksi Minyak Selama Periode Negosiasi 2026

Media Iran Sebut AS Cabut Sanksi Minyak Selama Periode Negosiasi 2026
Foto: Ilustrasi Media Iran Sebut AS Cabut Sanksi Minyak Selama Periode Negosiasi 2026.
Ukuran teks

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah menyetujui usulan untuk mencabut sanksi sektor minyak Iran secara sementara. Langkah ini diambil di tengah berlangsungnya proses negosiasi intensif antara kedua negara tersebut.

Berdasarkan laporan media Iran, Tasnim, dokumen terbaru dari Washington ini menunjukkan perubahan sikap dibandingkan proposal sebelumnya. AS kini bersedia menangguhkan sanksi minyak selama periode pembicaraan masih berjalan.

Dinamika Perundingan dan Persyaratan Kedua Negara

Sumber yang dekat dengan tim negosiasi Teheran menyebutkan bahwa Iran tetap pada pendiriannya. Mereka mendesak pencabutan seluruh sanksi secara permanen sebagai bagian dari kesepakatan akhir dengan AS.

Di sisi lain, Washington mengusulkan adanya pengecualian sanksi sementara melalui Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC). Kebijakan ini akan berlaku hingga kedua belah pihak mencapai titik temu yang disepakati bersama.

Pejabat Amerika Serikat menegaskan bahwa pelonggaran sanksi ini tidak diberikan secara gratis. Iran diwajibkan memberikan tindakan timbal balik yang setara sebagai bentuk komitmen dalam proses diplomasi ini.

Proses Mediasi Melalui Pakistan

Dalam perkembangan terbaru, Iran telah menyerahkan draf revisi yang berisi 14 poin utama kepada pihak Amerika Serikat. Dokumen tersebut disampaikan melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik ini.

Langkah ini merupakan balasan setelah Teheran menerima tanggapan AS atas usulan mereka sebelumnya. Pakistan kemudian meneruskan draf yang sudah diperbarui tersebut untuk dikaji kembali oleh pihak Washington.

Fokus utama dalam dokumen terbaru yang diajukan oleh Iran meliputi:

  • Upaya negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri konflik atau perang antar kedua negara.
  • Langkah-langkah konkret dari pihak AS untuk membangun kembali kepercayaan diplomatik.
  • Penyelesaian isu-isu krusial yang selama ini menghambat hubungan bilateral.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengonfirmasi bahwa jalur komunikasi masih terbuka. Ia memastikan pembicaraan dengan Washington terus mengalir melalui bantuan mediasi Pakistan.

Kendala dalam Mencapai Kesepakatan Akhir

Meski terdapat penyesuaian dalam draf usulan AS, narasumber internal mengungkapkan masih ada perbedaan pandangan yang sangat tajam. Pihak Iran menilai tuntutan Amerika Serikat masih terlalu berlebihan dan tidak realistis.

Salah satu poin keberatan Iran adalah tuntutan AS agar mereka menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya. Selain itu, Washington juga mendesak pembatasan ketat pada program nuklir Iran yang dianggap sebagai dalih politik semata.

Beberapa poin krusial yang menjadi perdebatan dalam meja perundingan:

Topik Negosiasi Posisi Amerika Serikat Posisi Iran
Sanksi Minyak Pencabutan sementara selama masa transisi. Menuntut pencabutan total dan permanen.
Program Nuklir Pembatasan ketat dan penyerahan uranium. Menolak pembatasan yang melanggar hak kedaulatan.
Syarat Komitmen Menuntut tindakan timbal balik segera. Menolak pertukaran penghentian perang dengan komitmen nuklir.

Tabel di atas merangkum perbedaan visi antara Washington dan Teheran yang hingga kini masih menjadi penghambat tercapainya kesepakatan damai. Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan mengorbankan program nuklirnya hanya demi mengakhiri perang.

Pihak Iran secara konsisten menyatakan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir. Mereka menganggap tuntutan AS tersebut bertentangan dengan hak-hak dasar rakyat Iran dalam pengembangan teknologi.

Artikel terkait

Rekomendasi