Kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang belakangan marak terjadi di lingkungan kampus memicu kekhawatiran banyak pihak. Menanggapi isu serius ini, sekelompok mahasiswa dari Departemen Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan solusi inovatif bernama ITSafe.
ITSafe merupakan sistem berbasis WebGIS yang dirancang khusus untuk memetakan area rawan tindakan asusila di lingkungan kampus. Melalui platform digital ini, pengguna dapat melaporkan lokasi-lokasi yang dinilai tidak aman agar bisa segera ditindaklanjuti.
Kolaborasi Strategis untuk Keamanan Kampus
Proyek ini dikembangkan oleh Kelompok 7 Kemah Kerja Geomatika ITS yang beranggotakan Josephine Novellia A, Duta Satrio Wibowo, Muhammad Farid Farhan, Farrel Valentino Y, dan Ananda Adellia. Dalam prosesnya, mereka bekerja sama erat dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) ITS.
Pengembangan sistem ini didasari oleh luasnya area kampus yang terkadang memiliki sudut-sudut luput dari pengawasan petugas keamanan. Dengan adanya partisipasi aktif dari mahasiswa, celah keamanan di lokasi-lokasi tersembunyi diharapkan dapat lebih cepat terdeteksi.
Beberapa fokus utama dari pelaporan di platform ITSafe meliputi:
- Tindakan pelecehan verbal seperti siulan nakal atau catcalling di jalanan kampus.
- Berbagai bentuk tindakan asusila atau pelecehan fisik lainnya yang meresahkan.
- Potensi tindak kriminalitas yang muncul akibat kurangnya pengawasan di area tertentu.
- Identifikasi lokasi yang minim penerangan atau jauh dari jangkauan patroli rutin.
Sistem ini mengandalkan metode pelaporan berbasis crowdsourcing atau pengumpulan data dari masyarakat kampus secara langsung. Data spasial yang terkumpul kemudian akan divisualisasikan ke dalam sebuah peta digital yang mudah dipahami.
Manfaat Bagi Manajemen dan Fasilitas Kampus
Prida Novarita Trisanti ST MT selaku Ketua Satgas PPK ITS memberikan apresiasi besar terhadap kehadiran ITSafe ini. Menurutnya, sistem pemetaan ini sangat membantu satgas dalam merespons setiap laporan keamanan secara lebih presisi.
Selain membantu Satgas PPK, data dari ITSafe juga akan sangat berguna bagi Biro Manajemen Aset (BMA) dalam mengevaluasi infrastruktur. Pihak kampus dapat mengetahui area mana saja yang mendesak untuk mendapatkan penambahan fasilitas keamanan.
Manfaat praktis data ITSafe bagi pihak pengelola kampus adalah sebagai berikut:
- Menentukan lokasi prioritas untuk pemasangan kamera pengawas atau CCTV baru.
- Mengidentifikasi titik-titik jalanan yang membutuhkan penambahan lampu penerangan.
- Mengevaluasi jadwal dan rute patroli satuan pengamanan agar lebih efektif menjangkau area rawan.
- Menyusun strategi pencegahan kekerasan seksual berdasarkan analisis data pelaporan nyata.
Melalui kolaborasi ini, pihak kampus berharap lingkungan pendidikan di ITS dapat benar-benar menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika. Partisipasi mahasiswa melalui teknologi ini dianggap sebagai langkah maju dalam sistem keamanan kampus modern.
Fitur Utama di Dalam Laman ITSafe
Josephine Novellia, perwakilan tim pengembang, menjelaskan bahwa platform ini dirancang dengan antarmuka yang fungsional dan mudah digunakan. Pengguna tidak hanya bisa melapor, tetapi juga melihat gambaran kondisi keamanan kampus secara keseluruhan.
Laman ITSafe menyediakan beberapa fitur utama yang dapat diakses oleh pengguna:
- Formulir pelaporan digital untuk mengadukan kejadian atau kondisi area yang mencurigakan.
- Peta interaktif yang menunjukkan persebaran area-area yang dianggap rawan di seluruh lingkungan kampus.
- Data visual mengenai tingkat kelayakan fasilitas keamanan di berbagai titik lokasi.
- Analisis mendalam mengenai tingkat kerawanan berdasarkan akumulasi hasil laporan dari pengguna.
Inovasi ini diharapkan menjadi standar baru dalam upaya pencegahan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Dengan pemanfaatan teknologi geomatika, pengawasan kampus tidak lagi hanya bergantung pada personel fisik, tetapi juga melalui data akurat dari penghuninya.