Korupsi Parah, Dua Mantan Menteri Pertahanan China Dihukum Mati

Korupsi Parah, Dua Mantan Menteri Pertahanan China Dihukum Mati
Foto: Ilustrasi Korupsi Parah, Dua Mantan Menteri Pertahanan China Dihukum Mati.
Ukuran teks

Pengadilan militer China secara mengejutkan menjatuhkan vonis hukuman mati yang ditangguhkan kepada dua mantan menteri pertahanan negara tersebut, Wei Fenghe dan Li Shangfu. Berdasarkan laporan media pemerintah yang dikutip pada Jumat (8/5/2026), keduanya terbukti bersalah dalam kasus suap di tengah operasi pembersihan korupsi di internal militer.

Keputusan pengadilan militer tersebut menetapkan bahwa hukuman mati bagi kedua mantan jenderal ini akan ditangguhkan selama masa dua tahun. Jika selama periode tersebut mereka berperilaku baik, hukuman mereka secara otomatis akan diubah menjadi penjara seumur hidup tanpa peluang mendapatkan pembebasan bersyarat.

Profil dan Perjalanan Jabatan Terdakwa

Wei Fenghe yang saat ini berusia 72 tahun tercatat memimpin kementerian pertahanan China selama periode 2018 hingga awal 2023. Sementara itu, Li Shangfu yang berusia 68 tahun menggantikan posisi Wei namun hanya menjabat kurang dari delapan bulan sepanjang tahun 2023.

Kedua tokoh penting dalam struktur militer China ini mulai masuk dalam radar pengawasan dan penyelidikan badan antikorupsi sejak tahun 2023 yang lalu. Langkah tegas ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menindak pelanggaran integritas di jajaran petinggi angkatan bersenjata mereka.

Dampak Pembersihan Militer Xi Jinping

Presiden Xi Jinping terus memperluas jangkauan pembersihan personel militer hingga ke tingkat tertinggi, termasuk pencopotan Jenderal Zhang Youxia pada Januari silam. Zhang merupakan perwira senior yang memiliki pangkat lebih tinggi dari Wei maupun Li serta pernah memegang kendali atas operasional harian militer.

Perombakan besar-besaran ini memberikan dampak signifikan terhadap struktur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang memiliki kekuatan personel mencapai dua juta orang. Berikut adalah rincian data terkait perwira yang terdampak dalam kebijakan pembersihan militer China sejak tahun 2022 menurut laporan lembaga riset:

Kategori Perwira Status atau Jumlah
Jenderal dan Letnan Jenderal yang Diberhentikan Resmi 36 orang
Perwira yang Berpotensi Dipecat/Hilang 65 orang
Total Estimasi Perwira yang Terdampak Lebih dari 100 orang

Data dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan bahwa gelombang pemecatan ini merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah militer modern China. Langkah ini dipandang oleh banyak analis sebagai upaya Xi Jinping untuk memastikan kesetiaan mutlak dan profesionalisme tanpa celah di dalam tubuh angkatan perang.

Artikel terkait

Rekomendasi