Kongres AS Akui 40 Pesawat Rp46 Triliun Hancur oleh Iran, Mengejutkan!

Kongres AS Akui 40 Pesawat Rp46 Triliun Hancur oleh Iran, Mengejutkan!
Foto: Kongres AS Akui 40 Pesawat Rp46 Triliun Hancur oleh Iran, Mengejutkan!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sebuah laporan terbaru dari Kongres Amerika Serikat mengungkap fakta mengejutkan mengenai kerugian besar yang dialami militer AS dalam konflik melawan Iran. Selama 40 hari masa ketegangan agresi yang melibatkan AS dan Israel, puluhan armada udara Washington dilaporkan hancur.

Data yang dihimpun dari Pentagon, Komando Pusat AS, serta berbagai media pertahanan menunjukkan setidaknya 42 unit pesawat telah hilang dari armada tempur mereka. Estimasi kerugian finansial akibat hancurnya aset-aset udara tersebut ditaksir mencapai angka fantastis.

Estimasi Kerugian Mencapai Puluhan Triliun Rupiah

Laporan yang disiapkan untuk Kongres tersebut memperkirakan total biaya kerugian mencapai sekitar USD2,6 miliar. Jika dikonversikan ke dalam mata uang lokal, nilai tersebut setara dengan Rp46 triliun.

Meskipun angkanya sudah sangat besar, sejumlah anggota parlemen AS memberikan peringatan bahwa nilai tersebut kemungkinan masih di bawah kenyataan yang ada. Mereka menyatakan masih ada ketidakjelasan apakah Pentagon sudah mencatat seluruh kerugian tempur secara menyeluruh selama konflik berlangsung.

Berikut adalah rincian unit pesawat militer Amerika Serikat yang dilaporkan hancur atau mengalami kerusakan parah:

  • 4 unit jet tempur F-15E Strike Eagle
  • 1 unit jet tempur siluman F-35A Lightning II
  • 1 unit pesawat serang darat A-10 Thunderbolt II
  • 7 unit pesawat tanker pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker
  • 1 unit pesawat peringatan dini dan kontrol udara E-3 Sentry
  • 2 unit pesawat angkut khusus MC-130J Commando II
  • 1 unit helikopter penyelamat tempur HH-60W Jolly Green II
  • 24 unit drone MQ-9 Reaper
  • 1 unit drone pengintai laut MQ-4C Triton

Daftar di atas mencakup berbagai jenis alutsista, mulai dari jet tempur canggih hingga pesawat nirawak pengintai yang selama ini menjadi andalan militer AS. Kehilangan puluhan unit drone MQ-9 Reaper menjadi salah satu poin yang paling menonjol dalam catatan kerugian tersebut.

Konfirmasi dari Anggota Parlemen Amerika Serikat

Data mengenai kekalahan di sektor udara ini diperkuat oleh pernyataan anggota Kongres dari Partai Demokrat, Ed Case. Dalam sidang Senat baru-baru ini, ia menyebutkan angka yang hampir serupa mengenai penyusutan kekuatan udara Washington.

Ed Case menyatakan bahwa setidaknya ada sekitar 39 pesawat yang hilang selama periode peperangan dengan Iran tersebut. Laporan dari Press TV juga mengonfirmasi rincian pesawat yang hancur, menggambarkan betapa beratnya tekanan yang dihadapi militer AS di wilayah tersebut.

Di sisi lain, pihak Iran memberikan peringatan keras bahwa mereka siap memberikan dampak yang lebih besar. Teheran berjanji akan menghancurkan lebih banyak aset udara Amerika Serikat jika konflik bersenjata kembali pecah di masa depan.

Situasi ini menambah ketegangan diplomatik antara kedua negara yang sudah berlangsung lama. Selain masalah militer, Iran juga dikabarkan tengah menjajaki rencana untuk menyerahkan persediaan nuklir mereka kepada Rusia di tengah situasi keamanan yang memanas.

Artikel terkait

Rekomendasi