Kabar kurang menyenangkan datang dari Kerajaan Thailand terkait kondisi kesehatan Putri Bajrakitiyabha Narendira Debyavati Mahidol. Putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn tersebut dilaporkan mengalami penurunan kondisi kesehatan yang signifikan setelah tiga tahun tidak sadarkan diri.
Pihak Istana Kerajaan mengungkapkan bahwa sang putri kini tengah berjuang melawan infeksi ganda yang menyerang beberapa organ tubuhnya. Tim medis bahkan mengaku kesulitan dalam mengendalikan detak jantung putri yang tidak teratur.
Kronologi dan Kondisi Medis Terbaru
Putri yang akrab disapa Putri Bha ini dilarikan ke rumah sakit pada Desember 2022 silam setelah pingsan secara mendadak. Sejak saat itu, ia berada dalam kondisi koma akibat gangguan jantung serta beberapa infeksi medis lainnya.
Melansir laporan dari Reuters pada Kamis (21/5/2026), tim dokter baru-baru ini mendeteksi adanya infeksi pada bagian perut sang putri. Kondisi tersebut memicu peradangan pada ususnya yang mulai terdeteksi sejak bulan April lalu.
Dampak dari peradangan tersebut membuat tekanan darah sang calon pewaris takhta ini menurun drastis. Selain itu, irama detak jantungnya menjadi tidak stabil sehingga memerlukan penanganan medis yang sangat intensif.
Pihak rumah sakit saat ini telah memberikan obat-obatan khusus serta memasang berbagai alat bantu medis. Alat-alat tersebut berfungsi untuk menyokong kinerja organ vital seperti paru-paru dan ginjal agar tetap berfungsi.
Meski segala upaya telah dilakukan, pihak istana mengakui bahwa kondisi kesehatan sang putri terus merosot. Tim dokter saat ini masih terus melakukan pemantauan ketat selama 24 jam penuh untuk memberikan perawatan terbaik.
Mengenal Sosok Putri Bajrakitiyabha
Kisah pilu ini membuat media asing menjuluki Putri Bha sebagai "Sleeping Princess of Thailand". Selama tiga tahun terakhir, calon pemimpin perempuan pertama Thailand ini hanya bisa bertahan hidup dengan bantuan mesin medis.
Lahir pada 7 Desember 1978, Putri Bha merupakan buah hati dari pernikahan pertama Raja Maha Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali Kitiyakara. Ia tumbuh dalam lingkungan kerajaan yang disiplin dan dibekali dengan latar belakang pendidikan yang sangat mumpuni.
Berikut adalah rekam jejak pendidikan luar biasa yang dimiliki oleh Putri Bajrakitiyabha:
- Meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Thammasat, Bangkok.
- Memegang gelar PhD dari Cornell University, Amerika Serikat, yang merupakan salah satu universitas bergengsi dalam jaringan Ivy League.
- Menyelesaikan pendidikan Magister Hubungan Internasional di universitas yang sama dengan predikat memuaskan.
Riwayat pendidikan yang cemerlang tersebut menjadikannya sosok yang sangat dihormati oleh rakyat Thailand. Pengetahuannya yang luas serta kemampuan bahasa Inggris yang fasih membuatnya menjadi representasi modernitas monarki Thailand.
Bagi masyarakat setempat, Putri Bha adalah simbol kebanggaan nasional yang memadukan kecerdasan modern dengan nilai-nilai tradisional Buddhisme. Sosoknya yang berwibawa namun tetap membumi membuatnya dianggap sebagai figur ideal untuk memimpin di masa depan.
Kini, harapan besar tertuju pada tim medis yang menangani sang putri di Bangkok. Publik Thailand terus memanjatkan doa agar sang putri bisa melewati masa kritis ini meskipun kondisinya dilaporkan kian mengkhawatirkan.