Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta baru saja merilis laporan terbaru mengenai kondisi anak-anak yang pernah dititipkan di daycare Little Aresha. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya temuan yang cukup mengkhawatirkan terkait perkembangan para balita tersebut.
Kepala Bidang Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta, Aan Iswanti, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan skrining menyeluruh terhadap 153 anak. Proses ini melibatkan psikolog klinis untuk memastikan tumbuh kembang mereka sesuai dengan pedoman Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).
Hasil Skrining Perkembangan Anak
Dari ratusan anak yang diperiksa, tim medis menemukan adanya variasi kondisi kesehatan mental dan fisik yang memerlukan perhatian khusus. Berikut adalah rincian data hasil pemantauan perkembangan dari total peserta skrining:
Data Kondisi Tumbuh Kembang Anak :| Kategori Kondisi | Jumlah Anak | Keterangan |
|---|---|---|
| Penyimpangan Perkembangan | 12 Anak | Membutuhkan rujukan segera |
| Kategori Meragukan | 19 Anak | Memerlukan pemantauan lanjut |
| Kondisi Normal | 122 Anak | Perkembangan sesuai usia |
Data di atas menggambarkan bahwa sebagian kecil dari total anak yang diperiksa mengalami hambatan pertumbuhan yang serius. Anak-anak yang berada dalam kategori penyimpangan dan meragukan kini tengah mendapatkan pengawasan medis lebih lanjut.
Aan memaparkan bahwa bentuk penyimpangan yang ditemukan cukup beragam, mulai dari masalah komunikasi hingga perilaku motorik. Beberapa anak terdeteksi mengalami keterlambatan bicara atau speech delay yang signifikan.
Selain itu, ditemukan pula gejala yang mengarah pada autisme dan ADHD, di mana anak cenderung bersikap hiperaktif dibandingkan rekan sebayanya. Kondisi inilah yang mendasari perlunya rujukan medis ke fasilitas kesehatan yang lebih komprehensif.
Temuan Gangguan Gizi dan Berat Badan
Selain aspek psikologis, Dinkes Yogyakarta juga menugaskan nutrisionis untuk memeriksa status gizi anak melalui pengukuran antropometri. Dari 149 anak yang mengikuti skrining pertumbuhan, ditemukan 18 anak yang mengalami masalah pada berat badan dan status gizi.
Pihak Dinkes menekankan bahwa temuan 18 anak ini masuk dalam kategori berat badan kurang dan gizi kurang, namun belum mencapai tahap gizi buruk. Kondisi ini sering kali tidak terlihat secara fisik dan hanya bisa diketahui melalui pengukuran standar medis yang akurat.
Hingga saat ini, baru sekitar sembilan anak yang mendatangi puskesmas dari total 18 anak yang dirujuk untuk penanganan gizi. Sembilan anak lainnya diduga masih dalam proses pemeriksaan psikologis sehingga belum sempat hadir untuk pemeriksaan fisik.
Langkah Tindak Lanjut dan Rujukan Medis
Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendampingi para korban agar mendapatkan penanganan medis yang optimal. Koordinasi lintas fasilitas kesehatan telah disiapkan untuk memastikan seluruh kebutuhan pasien terpenuhi.
Daftar Fasilitas Kesehatan Rujukan :- Puskesmas Setempat: Sebagai layanan kesehatan tingkat pertama untuk pemeriksaan awal secara menyeluruh.
- Rumah Sakit Pratama dan RSUD Kota Yogyakarta: Disiapkan jika pasien membutuhkan penanganan spesialis yang lebih mendalam.
- RSUP Dr. Sardjito: Menjadi rujukan utama jika ditemukan kasus yang memerlukan tindakan medis tingkat lanjut.
Akses kesehatan ini telah dipersiapkan dengan matang, termasuk kesiapan para psikolog dan dokter spesialis anak di rumah sakit terkait. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menangani dampak kasus daycare Little Aresha secara tuntas.