Kisah Tabitha Ayu, Lulusan Terbaik Unesa yang Raih IPK 3,96 Berkat Hobi Seni

Kisah Tabitha Ayu, Lulusan Terbaik Unesa yang Raih IPK 3,96 Berkat Hobi Seni
Foto: Ilustrasi Kisah Tabitha Ayu, Lulusan Terbaik Unesa yang Raih IPK 3,96 Berkat Hobi Seni.
Ukuran teks

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) baru saja menggelar prosesi wisuda ke-119 dengan catatan prestasi yang membanggakan. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Tabitha Ayui Putri Ning Bestari.

Mahasiswi yang akrab disapa Bitha ini resmi dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dari Fakultas Vokasi. Ia berhasil menyelesaikan studinya dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang nyaris sempurna, yakni 3,96.

Kembali ke Passion Seni Setelah Lulus SMA

Ketertarikan Bitha pada dunia seni sebenarnya sudah mendarah daging sejak dirinya masih kecil. Ia tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat mencintai seni, sehingga terbiasa dengan aktivitas menggambar, menari, hingga bermain musik.

Meski memiliki bakat seni yang kuat, Bitha justru mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saat duduk di bangku SMA. Keputusan besar kemudian diambilnya saat memasuki bangku perkuliahan dengan memilih jurusan Desain Grafis.

Bitha mengungkapkan bahwa pilihannya pada Desain Grafis didasari oleh keinginan untuk lebih banyak melakukan praktik. Ia juga bertekad untuk bisa langsung terjun ke dunia industri setelah lulus nanti.

Selain alasan karier, ia merasa sangat tertarik untuk mengeksplorasi penggabungan antara seni tradisional dan teknologi modern. Hal inilah yang memantapkan langkahnya untuk mendalami desain di Fakultas Vokasi Unesa.

Tantangan Adaptasi di Awal Masa Kuliah

Perjalanan akademis Bitha tidak selamanya berjalan mulus tanpa hambatan. Di awal masa kuliah, mahasiswi asal Surabaya ini sempat merasa minder dengan kemampuan teknis yang ia miliki.

Ia mengaku cukup terkejut melihat rekan-rekan mahasiswanya yang berasal dari lulusan SMK sudah sangat mahir mengoperasikan berbagai perangkat lunak desain. Sementara itu, Bitha harus mulai mempelajari segala hal tentang desain digital dari nol.

Berikut adalah rangkuman perjalanan dan pengalaman Bitha selama menempuh pendidikan tinggi:

  • Memilih jurusan Desain Grafis meski memiliki latar belakang pendidikan SMA jurusan IPA.
  • Berhasil mengejar ketertinggalan dalam penguasaan aplikasi desain digital melalui kerja keras secara mandiri.
  • Menyelesaikan masa studi dalam kurun waktu singkat, yaitu hanya dalam 3,5 tahun.
  • Aktif dalam kegiatan magang di instansi profesional, salah satunya di PT SIER.
  • Turut berkontribusi dalam pengabdian masyarakat di Kampung Dolanan, Sidoarjo.

Melalui daftar di atas, terlihat bahwa keberhasilan Bitha bukan hanya soal nilai akademik di atas kertas. Ia membuktikan bahwa adaptasi yang cepat dan kemauan belajar adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan.

Kontribusi Nyata di Luar Kampus

Selama menjalani masa kuliah, Bitha tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas. Ia aktif terlibat dalam proyek sosial yang memberikan dampak nyata bagi para perajin lokal.

Salah satu kontribusi pentingnya adalah membantu warga di Kampung Dolanan, Sidoarjo, dalam memperbarui aspek visual produk mereka. Ia mendesain kemasan mainan tradisional agar terlihat lebih modern dan memiliki daya tarik jual yang lebih tinggi.

Pengalaman kerja nyata ini ia dapatkan sembari menyeimbangkan tugas-tugas kuliah yang menumpuk. Hasilnya, ia tidak hanya lulus dengan predikat terbaik, tetapi juga memiliki portofolio yang solid di industri kreatif.

Ringkasan profil dan pencapaian Tabitha Ayui Putri Ning Bestari:

Kategori Keterangan
Nama Lengkap Tabitha Ayui Putri Ning Bestari
Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Vokasi Unesa
IPK Terakhir 3,96 (Hampir Sempurna)
Durasi Studi 3,5 Tahun
Lokasi Magang PT SIER

Tabel tersebut menunjukkan konsistensi Bitha dalam mempertahankan performa akademiknya hingga lulus. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk tetap mengejar minat dan bakat mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi