Kisah Pilu Istri Korban Erupsi Gunung Dukono: Tuhan Pinjamkan Dia Hanya 6 Bulan

Kisah Pilu Istri Korban Erupsi Gunung Dukono: Tuhan Pinjamkan Dia Hanya 6 Bulan
Foto: Ilustrasi Kisah Pilu Istri Korban Erupsi Gunung Dukono: Tuhan Pinjamkan Dia Hanya 6 Bulan.
Ukuran teks

Duka mendalam menyelimuti keluarga Shahin Muhrez Abdul Hamid, seorang warga Singapura berusia 27 tahun yang menjadi korban tewas dalam erupsi Gunung Dukono. Kejadian tragis di Halmahera Utara ini menyisakan kesedihan luar biasa, terutama bagi sang istri yang baru saja memulai hidup baru bersamanya.

Nurina Iffah Jusmani, istri mendiang Shahin, mengungkapkan rasa kehilangan yang teramat dalam melalui media lokal. Ia mengenang suaminya sebagai sosok luar biasa, meskipun kebersamaan mereka sebagai pasangan suami istri tergolong sangat singkat.

Pasangan ini diketahui baru saja melangsungkan pernikahan pada Oktober 2025 lalu. Nurina merasa bahwa waktu enam bulan yang diberikan Tuhan untuk bersama suaminya adalah momen penuh cinta yang tak tergantikan.

Berikut adalah ungkapan menyentuh dari sang istri mengenai kepergian suaminya:

  • Tuhan meminjamkan sosok Shahin hanya selama enam bulan untuk mendampinginya.
  • Meski singkat, Nurina merasakan cinta yang sangat besar dan tak tertandingi dari sang suami.
  • Rencana mereka untuk menempati rumah baru di Sengkang, Singapura, terpaksa pupus.
  • Nurina mencoba mengikhlaskan keadaan dan percaya bahwa ketetapan Tuhan adalah yang terbaik.

Pernyataan tersebut menunjukkan ketabahan Nurina dalam menghadapi kenyataan pahit ini. Ia harus merelakan impian membangun rumah tangga di hunian baru mereka demi menerima takdir yang telah digariskan.

Profil Shahin sebagai Pencinta Alam

Shahin dikenal sebagai sosok yang memiliki kegemaran tinggi terhadap aktivitas luar ruangan dan pendakian gunung. Sebelum insiden maut ini, ia tercatat pernah menaklukkan puncak Gunung Kinabalu di Sabah, Malaysia.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Shahin berencana melakukan pendakian di tiga gunung yang berada di wilayah Maluku Utara. Sayangnya, perjalanan di Gunung Dukono menjadi pendakian terakhir bagi pria yang dikenal sangat mengutamakan keluarga tersebut.

Kesedihan serupa dirasakan oleh ibunda Shahin, Noraini Ibrahim, yang menerima kabar duka tepat pada peringatan Hari Ibu. Bagi Noraini, kehilangan putra bungsunya terasa seolah sandaran hidupnya telah runtuh seketika.

Noraini Ibrahim mengenang karakter putra bungsunya tersebut sebagai berikut:

  • Shahin dikenal sebagai pribadi yang saleh dan taat dalam beribadah.
  • Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara yang sangat mencintai keluarganya.
  • Pengabdian dan kasih sayang yang diberikan Shahin dianggap tidak akan pernah bisa tergantikan oleh apa pun.

Kepergian Shahin tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga kecilnya, tetapi juga bagi seluruh kerabat dekatnya. Karakternya yang hangat membuat kehilangan ini terasa sangat berat bagi orang-orang di sekitarnya.

Kronologi Penemuan Korban Erupsi

Shahin sempat dilaporkan hilang bersama beberapa pendaki lainnya sesaat setelah Gunung Dukono meletus hebat. Erupsi tersebut melontarkan material berbahaya berupa batu panas dan abu vulkanik ke jalur pendakian yang sedang mereka lalui.

Jenazah Shahin akhirnya ditemukan dua hari kemudian bersama rekannya sesama warga Singapura, Timothy Heng yang berusia 30 tahun. Keduanya ditemukan dalam posisi berdampingan di area yang cukup dekat dengan puncak gunung.

Informasi mengenai kelompok pendakian yang terlibat dalam insiden tersebut:

Kategori Data Detail Informasi
Total Anggota Rombongan 20 Orang
Komposisi Kewarganegaraan 9 Warga Singapura, 11 Warga Indonesia
Tanggal Mulai Pendakian 7 Mei 2026
Korban Meninggal Dunia 2 Warga Singapura, 1 Warga Indonesia
Status Pendaki Lainnya 7 Warga Singapura telah kembali ke negaranya

Data di atas merangkum jumlah pendaki yang terlibat dalam ekspedisi maut di Gunung Dukono tersebut. Sebagian besar anggota rombongan berhasil dievakuasi dengan selamat dan telah dipulangkan ke negara asal masing-masing.

Proses evakuasi dilakukan secara intensif mengingat kondisi medan yang berbahaya akibat aktivitas vulkanik. Meskipun satu korban asal Indonesia telah ditemukan lebih awal, jenazah Shahin dan Timothy membutuhkan waktu lebih lama untuk dievakuasi.

Artikel terkait

Rekomendasi