Kisah Peserta Disabilitas di UNEJ: Pantang Menyerah Kejar Mimpi di UTBK 2026

Kisah Peserta Disabilitas di UNEJ: Pantang Menyerah Kejar Mimpi di UTBK 2026
Foto: Ilustrasi Kisah Peserta Disabilitas di UNEJ: Pantang Menyerah Kejar Mimpi di UTBK 2026.
Ukuran teks

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 di Universitas Jember (UNEJ) dimulai dengan penuh haru. Hari pertama ujian ini tidak sekadar menjadi ajang persaingan akademik bagi ribuan calon mahasiswa baru.

Momen ini juga menjadi saksi perjuangan tiga peserta disabilitas yang memiliki tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih impian di perguruan tinggi negeri.

Semangat Inklusivitas di UTBK UNEJ 2026

Ketiga pejuang tersebut adalah Yogi Ardiansyah, Muhammad Derbian Dwi Putra, dan Carissa Vania Artamevira. Kehadiran mereka di lokasi ujian mencerminkan semangat inklusivitas yang terus didorong dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Sejak pagi buta, para peserta ini sudah bersiap menghadapi ujian dengan dukungan penuh dari orang tua masing-masing. Persiapan matang dari pihak panitia juga turut membantu kenyamanan para peserta berkebutuhan khusus selama proses berlangsung.

Daftar peserta disabilitas yang mengikuti ujian pada hari pertama di Universitas Jember:

  • Yogi Ardiansyah: Peserta yang tetap optimis mengejar cita-cita meski memiliki keterbatasan.
  • Muhammad Derbian Dwi Putra: Calon mahasiswa yang datang didampingi orang tua untuk mengikuti seleksi.
  • Carissa Vania Artamevira: Peserta yang menunjukkan semangat juang tinggi dalam sesi ujian pertama.

Kehadiran mereka memberikan inspirasi bagi peserta lainnya mengenai pentingnya kerja keras dan pantang menyerah. Ketiganya menjalani prosedur ujian yang sama dengan tetap mendapatkan fasilitas pendukung sesuai kebutuhan mereka.

Kelancaran Teknis dan Ketertiban Ujian

Ketua Pusat UTBK UNEJ, Prof. Drs. Slamin, mengonfirmasi bahwa pelaksanaan ujian pada hari perdana ini berlangsung sangat tertib. Pihak kampus telah menyiapkan skema matang untuk mengatur arus kedatangan peserta sejak subuh.

Peserta terpantau sudah mulai memadati lokasi sekitar pukul 05.00 WIB guna melewati pemeriksaan identitas. Setelah melalui check point di gerbang utama, mereka diarahkan menuju ruang transit sebelum akhirnya masuk ke ruang ujian.

Ringkasan jadwal dan prosedur teknis pelaksanaan ujian pada hari pertama:

Kategori Kegiatan Keterangan Pelaksanaan
Waktu Kedatangan Mulai pukul 05.00 WIB untuk sterilisasi
Lokasi Pemeriksaan Check point gerbang utama dan ruang transit
Pengawasan Pemantauan traffic data secara real-time
Temuan Kecurangan Nihil atau tidak ditemukan pelanggaran

Manajemen waktu yang disiplin menjadi kunci utama menjaga suasana ujian tetap tenang dan kondusif bagi semua peserta. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir gangguan teknis maupun kendala di lapangan.

Langkah Preventif Menjaga Integritas Seleksi

Prof. Slamin menegaskan bahwa integritas ujian merupakan prioritas utama bagi panitia penyelenggara di UNEJ. Pengawasan ketat dilakukan mulai dari verifikasi identitas fisik hingga pemantauan data digital secara langsung.

Langkah preventif ini bertujuan untuk mendeteksi adanya anomali atau upaya kecurangan selama ujian berlangsung. Sejauh ini, tim pengawas melaporkan bahwa tidak ada indikasi pelanggaran aturan yang ditemukan di hari pertama.

Sanksi bagi peserta yang terbukti curang sangat berat, mulai dari diskualifikasi hingga pemblokiran untuk jalur mandiri. Ketegasan ini diterapkan demi menjaga keadilan bagi seluruh peserta yang telah berjuang secara jujur.

Artikel terkait

Rekomendasi