Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 menjadi momen penuh emosi yang tidak hanya dirasakan oleh para peserta, tetapi juga para orang tua. Di balik lembar ujian para calon mahasiswa, terdapat perjuangan luar biasa dari ayah dan ibu yang memberikan dukungan penuh demi masa depan anak-anak mereka.
Salah satu pemandangan menyentuh terlihat di pusat pelaksanaan UTBK Universitas Brawijaya (UB), Malang. Banyak orang tua yang rela berkorban waktu dan tenaga untuk mendampingi buah hati mereka berjuang menembus perguruan tinggi negeri impian.
Perjuangan Orang Tua dari Luar Kota
Kisah inspiratif datang dari Zamzam, seorang ayah asal Kediri yang menempuh perjalanan cukup jauh demi menemani putranya, Sultan. Ia rela mengambil cuti kerja selama dua hari agar bisa memastikan anaknya merasa tenang saat mengikuti ujian.
Zamzam menempuh perjalanan puluhan kilometer menggunakan sepeda motor dari kediamannya. Ia bahkan memilih untuk menginap di sekitar area Bukit Cemara Tujuh demi efisiensi waktu menuju lokasi ujian.
Berikut adalah beberapa bentuk pengorbanan nyata yang dilakukan orang tua peserta UTBK di Universitas Brawijaya:
- Mengambil cuti kerja selama beberapa hari untuk fokus mendampingi anak.
- Melakukan perjalanan antarkota menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
- Datang ke lokasi ujian sejak dini hari demi menghindari keterlambatan.
- Menunggu di area kampus selama berjam-jam di bawah cuaca yang tidak menentu.
- Menginap di dalam kendaraan pribadi untuk menghemat biaya akomodasi.
Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa kesuksesan anak adalah prioritas utama bagi orang tua. Segala upaya fisik dan materi dilakukan agar sang anak mendapatkan kenyamanan selama menjalani proses seleksi.
Rela Menunggu Sejak Dini Hari
Selain Zamzam, ada pula pasangan suami istri Sulastri dan Sunardi yang datang jauh-jauh dari Probolinggo. Mereka bahkan sudah tiba di depan gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB sejak pukul 03.00 WIB.
Meski wajah mereka tampak lelah, keduanya tetap setia menunggu putrinya menyelesaikan ujian dengan penuh harap. Bagi mereka, kehadiran secara fisik di lokasi ujian adalah bentuk doa dan motivasi terbesar bagi sang anak.
Tabel berikut merangkum profil singkat perjuangan orang tua peserta UTBK 2026 di Universitas Brawijaya:
| Nama Orang Tua | Asal Daerah | Bentuk Pengorbanan |
|---|---|---|
| Zamzam | Kediri | Cuti kerja 2 hari dan mengendarai motor puluhan kilometer. |
| Sulastri & Sunardi | Probolinggo | Berangkat pukul 03.00 WIB dan menunggu di area kampus. |
Data di atas menunjukkan bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi orang tua untuk mendampingi anak mereka. Harapan besar agar anak mereka diterima di Universitas Brawijaya menjadi bahan bakar utama perjuangan tersebut.
Bagi para orang tua ini, momen UTBK bukan sekadar tes akademik biasa. Ini adalah langkah awal perjuangan panjang bagi masa depan generasi mereka yang didukung dengan doa dan pengorbanan tanpa batas.