Liao Dan, seorang mantan buruh pabrik asal Beijing, mendadak menjadi pusat perhatian publik China karena tindakan nekatnya. Ia dijuluki sebagai "penipu paling setia" setelah terbukti memalsukan slip pembayaran rumah sakit selama empat tahun.
Langkah ilegal ini ia tempuh bukan untuk memperkaya diri, melainkan demi membiayai pengobatan istrinya agar tetap bertahan hidup. Kisah haru sekaligus tragis ini bermula dari keterbatasan ekonomi yang menghimpit keluarganya.
Awal Mula Perjuangan Melawan Penyakit
Liao Dan tinggal di pinggiran kota bersama istrinya, Du Jinling, dan putra mereka setelah pabrik tempatnya bekerja ditutup. Kehidupan mereka yang sulit semakin memburuk pada tahun 2007 saat sang istri didiagnosis menderita uremia berat.
Dokter menyatakan bahwa Du harus menjalani prosedur dialisis atau cuci darah sebanyak tiga kali dalam seminggu. Biaya pengobatan tersebut sangat mahal, mencapai lebih dari 5.000 yuan atau sekitar USD 730 setiap bulannya.
Hanya dalam hitungan minggu, seluruh tabungan keluarga Liao terkuras habis untuk membayar biaya medis yang terus membengkak. Kondisi ini memaksa Liao membawa istrinya pulang dari rumah sakit karena tidak lagi mampu membayar tagihan.
Upaya untuk mendapatkan bantuan melalui asuransi kesehatan juga menemui jalan buntu karena kendala administratif. Du Jinling tidak memiliki kartu identitas penduduk Beijing, sehingga ia tidak memenuhi syarat untuk klaim penggantian biaya.
Terjebak Kemiskinan dan Sistem yang Rumit
Liao Dan sendiri sebenarnya berada dalam kondisi fisik yang tidak sehat karena menderita penyakit diabetes. Penyakit tersebut bahkan telah menyebabkan luka borok yang cukup parah di kedua bagian kakinya.
Ia merasa terjebak di tengah kemiskinan yang mencekik dan sistem kesehatan yang sulit ia jangkau. Hingga suatu hari, sebuah kesempatan muncul saat ia sedang mengurus administrasi pembayaran di rumah sakit.
Liao menyadari bahwa petugas rumah sakit cenderung kurang teliti dalam memverifikasi rincian jumlah pembayaran pada kuitansi. Staf medis biasanya hanya memeriksa apakah dokumen tersebut sudah dibubuhi stempel resmi atau belum.
Celah keamanan administratif inilah yang kemudian memicu niat nekat Liao untuk melakukan tindakan kriminal demi istrinya. Dalam kondisi putus asa, ia memutuskan untuk menghubungi pembuat stempel palsu demi memanipulasi dokumen medis.
Berikut adalah kronologi singkat mengenai situasi yang dihadapi oleh Liao Dan:
- Diagnosis penyakit uremia berat yang dialami Du Jinling pada tahun 2007.
- Kebutuhan cuci darah rutin sebanyak tiga kali seminggu untuk menyambung nyawa.
- Biaya perawatan yang mencapai lebih dari 5.000 yuan per bulan.
- Penolakan klaim asuransi karena status kependudukan yang tidak sesuai.
- Munculnya ide memalsukan stempel setelah melihat kelonggaran pengawasan di rumah sakit.
Aksi pemalsuan kuitansi ini terus berlanjut selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi oleh pihak berwenang rumah sakit. Liao menyerahkan dokumen palsu tersebut secara rutin agar istrinya tetap bisa mendapatkan perawatan dialisis yang krusial.
Meskipun tindakan tersebut melanggar hukum, banyak masyarakat yang merasa simpati setelah mengetahui alasan di balik perbuatannya. Kisah ini sekaligus menjadi kritik terhadap sistem jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu di wilayah tersebut.