Perjalanan akademik Siham Hamda Zaula Mumtaza menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih impian. Mahasiswa pengidap autis ini berhasil menyelesaikan studi sarjananya di Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Meski membutuhkan waktu enam tahun tujuh bulan untuk lulus, Siham menunjukkan keteguhan luar biasa selama masa kuliah. Kebahagiaan terpancar saat ia berkesempatan membagikan kisahnya secara langsung dalam prosesi wisuda universitas tersebut.
Strategi Belajar di Tengah Tantangan
Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Siham telah didiagnosis mengidap autis Asperger yang memengaruhi cara komunikasinya. Kondisi ini membuatnya sangat sensitif terhadap suara keras atau bentakan, sehingga ia cenderung lebih nyaman beraktivitas secara mandiri.
Namun, kendala tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk menuntut ilmu di bangku kuliah. Setiap hari, ia menempuh perjalanan dari kawasan Condongcatur menuju kampus dengan mengayuh sepeda demi menghadiri jadwal perkuliahan.
Upaya proaktif yang dilakukan Siham untuk mengoptimalkan proses belajarnya:
- Selalu memilih posisi duduk di bangku paling depan agar dapat fokus mendengarkan penjelasan dosen.
- Berusaha meminimalisir distraksi di dalam kelas untuk mengatasi hambatan belajarnya.
- Menjalani rutinitas harian dengan disiplin meskipun memiliki keterbatasan dalam interaksi sosial.
Langkah-langkah sederhana namun konsisten ini membantunya menyerap materi perkuliahan dengan lebih baik. Fokus di barisan depan menjadi kunci utamanya dalam mengatasi tantangan sebagai penyandang disabilitas di lingkungan akademik.
Dukungan Lingkungan Kampus yang Inklusif
Siham mengakui bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari peran besar ekosistem kampus yang sangat menghargai perbedaan. Ia merasa sangat terbantu oleh dukungan yang diberikan para dosen, rekan sesama mahasiswa, hingga tenaga kependidikan.
Selain dukungan sosial, keberadaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di UGM menjadi faktor kunci dalam kelancaran studinya. Fasilitas ini dirancang khusus untuk mendampingi mahasiswa difabel agar mendapatkan hak pendidikan yang setara dan nyaman.
Ia pun berpesan kepada para calon mahasiswa disabilitas agar tidak ragu untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus tersebut. Baginya, pendampingan dari pihak universitas memastikan setiap individu memiliki ruang tumbuh yang sama.
Merintis Masa Depan Melalui Ternak Domba
Menjelang akhir masa studinya, pemuda asal Jepara ini mulai merealisasikan ilmu yang didapat dengan merintis usaha peternakan. Bidang ini dipilih karena memberikan rasa nyaman sekaligus peluang produktivitas yang tinggi bagi dirinya.
Saat ini, ia tengah mengelola belasan ekor ternak dan berencana untuk melakukan ekspansi bisnis dalam waktu dekat. Fokus utamanya setelah lulus adalah membesarkan usaha tersebut secara profesional di kampung halamannya.
Rencana pengembangan usaha peternakan milik Siham:
- Meningkatkan populasi ternak dari jumlah awal sebanyak 15 ekor domba.
- Menetapkan target ambisius untuk memelihara lebih dari 100 ekor domba di masa depan.
- Membuktikan bahwa lulusan difabel mampu berdaya dan mandiri melalui sektor ekonomi produktif.
Transformasi dari seorang mahasiswa menjadi wirausahawan muda ini menunjukkan sisi kemandirian yang kuat. Siham ingin menjadi contoh bahwa sektor peternakan bisa menjadi jalan kesuksesan bagi siapa saja yang memiliki ketekunan.
Apresiasi dari Pihak Akademisi
Pencapaian Siham menuai pujian dari Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, yang merasa bangga atas kelulusan mahasiswanya tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan keberhasilan kampus dalam menciptakan suasana belajar yang manusiawi.
Pihak fakultas menilai bahwa pendidikan tinggi harus selalu membuka pintu bagi setiap individu tanpa memandang keterbatasan fisik maupun mental. Kasus Siham menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain untuk terus memperkuat sistem pendidikan inklusif di Indonesia.
Ringkasan profil dan perjalanan studi Siham:
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Nama Lengkap | Siham Hamda Zaula Mumtaza |
| Program Studi | S1 Peternakan UGM (Angkatan 2019) |
| Durasi Studi | 6 Tahun 7 Bulan |
| Fokus Usaha | Ternak Domba di Jepara |
| Target Populasi | Minimal 100 Ekor Domba |
Data tersebut menggambarkan kegigihan Siham dalam menempuh pendidikan jalur Bidikmisi hingga akhirnya siap menjadi pelaku usaha. Kini, ia siap melangkah ke babak baru sebagai seorang peternak yang berdikari di tanah kelahirannya.