Lei Jun kini dikenal luas sebagai sosok di balik kesuksesan Xiaomi yang telah menjadi raksasa teknologi global.
Namun, di balik kegemilangan pria berusia 56 tahun tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang penuh dengan tantangan pada masa awal perintisannya.
Pada tahun 2010, Lei Jun mendirikan Xiaomi bersama mantan eksekutif Google di China, Lin Bin, dengan modal semangat yang besar.
Sebuah video lama dari tahun 2011 yang viral kembali memperlihatkan momen saat ia turun langsung ke jalanan untuk menyebarkan brosur survei.
Dalam rekaman tersebut, Lei Jun tampak mengenakan kaus polo hitam sambil menggenggam sebuah perangkat berlayar lebar untuk menarik perhatian warga.
Sayangnya, upaya tersebut seringkali berujung pada penolakan dari para pengguna jalan yang ia hampiri di kawasan tersebut.
Beberapa orang bahkan terlihat menggerakkan tangan sebagai tanda tidak tertarik atau menolak berbicara dengannya secara langsung.
Meskipun harus menghadapi penolakan seorang diri tanpa didampingi tim, ia tetap gigih mencari narasumber survei berikutnya demi pengembangan produk.
Transformasi Menjadi Ikon Teknologi Dunia
Kerja keras yang dilakukan Lei Jun di masa lalu kini telah terbayar lunas dengan pertumbuhan Xiaomi yang sangat masif.
Jika dulu ia tidak digubris oleh publik, kini setiap kemunculannya selalu berhasil menyedot perhatian banyak orang di berbagai belahan dunia.
Hal ini terlihat jelas pada ajang Asia Annual Conference 2025 yang diselenggarakan di wilayah Boao, China, baru-baru ini.
Saat berjalan di lokasi acara, Lei Jun menjadi pusat perhatian kamera dan kerumunan orang yang mencoba mendekatinya secara antusias.
Meskipun kini ia harus dikawal ketat oleh petugas keamanan, satu hal yang tetap konsisten adalah senyum ramah di wajahnya.
Berkat visi dan pengaruhnya yang besar, Lei Jun kini sering mendapatkan julukan sebagai sosok legendaris di industri perangkat pintar.
Beberapa alasan mengapa Lei Jun sering dikaitkan dengan tokoh dunia antara lain:- Gaya kepemimpinan yang dinamis dan berorientasi pada hasil nyata bagi pengguna.
- Pendekatan produk Xiaomi yang fokus pada inovasi teknologi canggih namun tetap terjangkau.
- Gaya berpakaian yang simpel namun ikonik saat mempresentasikan produk baru di atas panggung.
- Visi masa depan yang berani dalam mengubah cara orang berinteraksi dengan teknologi digital.
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa karakteristik dan cara Lei Jun membangun Xiaomi memiliki kemiripan dengan pola pikir para inovator sukses dunia.
Tanggapan Lei Jun Terhadap Julukan Steve Jobs dari China
Nama Lei Jun memang kerap disandingkan dengan pendiri Apple, Steve Jobs, hingga ia mendapat julukan sebagai "Steve Jobs-nya China".
Meski ia sangat mengagumi inovasi yang diciptakan oleh Jobs, Lei Jun ternyata merasa kurang nyaman dengan perbandingan tersebut.
Melalui tulisan panjang di blog resmi Xiaomi pada Oktober 2013, ia sempat mencurahkan isi hatinya terkait label yang diberikan publik.
Ia menyatakan kekecewaannya terhadap bagaimana media massa dan pengguna media sosial seringkali terlalu menyederhanakan identitas dirinya.
Bagi Lei Jun, Xiaomi memiliki identitas dan jalur inovasinya sendiri yang berbeda dari perusahaan teknologi manapun di dunia.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan dengan penuh ketekunan dan konsistensi.