Kabar melegakan datang dari kawasan pegunungan di barat daya Malaysia setelah seorang pendaki wanita ditemukan selamat. Jaslinda Saludin, pendaki berusia 49 tahun tersebut, berhasil bertahan hidup meski sempat menghilang selama 14 hari penuh.
Kisah penyelamatannya menjadi sorotan karena Jaslinda mampu bertahan tanpa asupan makanan sama sekali di tengah hutan belantara. Ia mengandalkan sumber air seadanya, termasuk cairan yang tertampung di dalam tanaman kantong semar untuk menyambung nyawa.
Kronologi Hilangnya Jaslinda di Gunung Batu Putih
Peristiwa ini bermula saat Jaslinda mengikuti ekspedisi ke Gunung Batu Putih yang berlokasi di dekat Tapah, Perak, sejak 23 Mei 2026. Ia merupakan bagian dari kelompok besar yang terdiri atas 14 pendaki serta didampingi oleh dua pemandu gunung berpengalaman.
Masalah muncul keesokan harinya, tepatnya pada 24 Mei sekitar pukul 07.30 pagi, ketika Jaslinda mulai terpisah dari rombongan. Ia memutuskan berhenti sejenak untuk mengistirahatkan kakinya yang mengalami kram hebat sebelum mencoba mengejar rekan-rekannya menuju puncak.
Pihak berwenang sebenarnya sempat menerima laporan darurat terkait pendaki yang terluka pada siang harinya. Namun, tim pemandu saat itu berasumsi bahwa Jaslinda sudah berada jauh di depan dan telah mencapai puncak gunung lebih dulu.
Kecurigaan baru muncul pada 25 Mei setelah Jaslinda tidak kunjung terlihat oleh anggota kelompok lainnya selama lebih dari satu hari. Sejak saat itu, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) skala besar segera dikerahkan untuk menyisir area pegunungan tersebut.
Perjuangan Bertahan Hidup yang Ekstrem
Selama dua pekan terisolasi, Jaslinda menghadapi kondisi fisik yang sangat lemah akibat kelaparan dan dehidrasi. Ia menceritakan bagaimana dirinya harus meminum air berwarna keruh dan kecokelatan demi menghindari kematian.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait kondisi dan perjuangan Jaslinda selama masa pencarian:
- Bertahan hidup selama 14 hari tanpa mengonsumsi makanan padat sedikit pun.
- Mengandalkan air hujan dan cairan dari tanaman kantong semar sebagai sumber hidrasi utama.
- Menghadapi medan pegunungan yang ekstrem dengan kontur tanah yang curam dan penuh jurang.
- Ditemukan dalam kondisi lemas di sekitar permukiman masyarakat adat Orang Asli di Pos Musoh.
Data mengenai jadwal dan lokasi kejadian dirangkum dalam tabel di bawah ini untuk memudahkan pemahaman kronologi peristiwa tersebut.
Ringkasan Informasi Ekspedisi dan Evakuasi:
| Kategori Informasi | Detail Kejadian |
|---|---|
| Lokasi Pendakian | Gunung Batu Putih, Tapah, Perak, Malaysia |
| Tanggal Mulai Ekspedisi | 23 Mei 2026 |
| Waktu Terakhir Terlihat | 24 Mei 2026, pukul 07.30 pagi |
| Durasi Menghilang | 14 Hari |
| Waktu Penemuan | 6 Juni 2026, pukul 17.00 sore |
Tabel di atas menunjukkan rentang waktu yang cukup panjang bagi seseorang untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang menantang tanpa logistik yang memadai.
Lokasi Penemuan dan Proses Evakuasi
Jaslinda akhirnya ditemukan pada Sabtu sore di dekat Kampung Lubuk Gaharu setelah tim SAR melakukan pencarian intensif selama dua minggu. Lokasi penemuan tersebut sebenarnya termasuk dalam zona yang sebelumnya sudah disisir berulang kali oleh tim penyelamat.
Muzafar Mohamad, Koordinator Pemandu Gunung Perhutanan Perak, menjelaskan bahwa medan di sektor tersebut memang sangat sulit dijangkau. Wilayah itu dipenuhi oleh air terjun dan jurang dalam yang bahkan menyulitkan pergerakan pemandu profesional sekalipun.
Setelah dievakuasi, Jaslinda segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat kelaparan akut. Sambil menahan emosi, ia menyampaikan rasa syukur dan permohonan maaf karena telah mencemaskan banyak pihak selama masa hilangnya.
Suami Jaslinda, Haszman Othman, turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang terlibat dalam pencarian istrinya. Ia berterima kasih kepada kepolisian, pemadam kebakaran, relawan, hingga masyarakat adat yang bekerja tanpa lelah hingga istrinya ditemukan selamat.