Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap 124 gedung sekolah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah ini mencakup renovasi di 87 sekolah yang tersebar di Kabupaten Lombok serta 37 sekolah di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat mutu serta kualitas layanan pendidikan di tingkat nasional. Menurutnya, perbaikan sarana fisik dan digitalisasi merupakan pondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berakhlak mulia.
Alokasi Anggaran dan Sasaran Sekolah
Pemerintah telah mengucurkan anggaran yang signifikan untuk mendukung pemerataan kualitas pendidikan di wilayah NTB. Sepanjang tahun 2025, total bantuan revitalisasi yang disalurkan mencapai angka Rp 527,5 miliar bagi ratusan lembaga pendidikan.
Berikut adalah rincian jumlah lembaga pendidikan di NTB yang mendapatkan bantuan revitalisasi :
- 69 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
- 227 Sekolah Dasar (SD).
- 107 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
- 60 Sekolah Menengah Atas (SMA).
- 37 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
- 20 Sekolah Luar Biasa (SLB).
- 11 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Data tersebut menunjukkan bahwa bantuan menyasar seluruh jenjang pendidikan agar kualitas belajar mengajar meningkat secara merata. Fokus utama juga diberikan kepada daerah seperti Lombok Timur dan Sumbawa dengan alokasi dana puluhan hingga ratusan miliar rupiah.
Dukungan Teknologi Melalui Smartboard
Selain melakukan renovasi fisik, pemerintah juga mendorong digitalisasi dengan memberikan bantuan berupa 7.080 unit Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis pintar. Total anggaran yang disiapkan untuk penyediaan teknologi canggih ini mencapai Rp 236,1 miliar.
Penyaluran perangkat smartboard ini dilakukan dengan pembagian sebagai berikut :
| Wilayah Penyaluran | Jumlah Sekolah | Total Anggaran |
|---|---|---|
| Provinsi NTB (Total) | 7.080 Sekolah | Rp 236,1 Miliar |
| Kabupaten Lombok Timur | 1.739 Sekolah | Rp 47,1 Miliar |
| Kabupaten Sumbawa | 730 Sekolah | Rp 24,3 Miliar |
Tabel di atas merinci distribusi perangkat digital untuk memastikan setiap siswa memiliki akses yang sama terhadap teknologi pendidikan modern. Abdul Mu'ti berharap sarana ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin guna mendukung visi pendidikan yang bermutu untuk semua lapisan masyarakat.
Dampak Nyata: Berakhirnya Sistem Belajar Shift
Revitalisasi ini membawa perubahan besar bagi kegiatan belajar mengajar di lapangan, salah satunya di SMK Negeri 1 Sikur. Kepala Sekolah Hasbi Ahmad mengungkapkan bahwa sekolahnya kini tidak perlu lagi menerapkan sistem pembagian jam belajar atau double shift.
Berkat bantuan senilai Rp 978 juta, gedung sekolah kini memiliki standar pencahayaan yang baik dan ruang kelas yang jauh lebih nyaman. Hal ini terbukti meningkatkan semangat dan motivasi para siswa untuk datang ke sekolah setiap hari.
Manfaat serupa dirasakan oleh SLBN 3 Lombok Timur yang sebelumnya mengalami kendala serius akibat kekurangan ruang kelas. Sebelum adanya renovasi, pihak sekolah terpaksa menggabungkan tiga rombongan belajar dalam satu ruangan yang sama.
Kini, sekolah tersebut telah dilengkapi dengan dua ruang kelas baru, dua ruang keterampilan, serta fasilitas toilet yang memadai. Penambahan fasilitas ini membuat suasana belajar menjadi lebih optimal dan kondusif bagi para siswa berkebutuhan khusus.