Sekelompok pemukim ekstremis Israel dilaporkan melakukan tindakan keji dengan memaksa sejumlah warga Palestina untuk menggali kembali sebuah kuburan di wilayah Tepi Barat bagian utara. Tindakan paksa ini dilakukan agar jenazah seorang pria Palestina dipindahkan ke lokasi lain dengan alasan letak makam tersebut dianggap terlalu dekat dengan wilayah pemukiman Israel.
Berdasarkan laporan dari The Times of Israel pada Minggu, 10 Mei 2026, insiden yang memicu ketegangan hebat tersebut berlangsung pada hari Jumat di area dekat pemukiman Sa-Nur. Ironisnya, personel militer Israel atau IDF yang berada di lokasi kejadian dikabarkan hanya berdiri menyaksikan proses penggalian paksa tersebut tanpa melakukan tindakan pencegahan yang berarti.
Wilayah Sa-Nur sendiri merupakan pemukiman yang penduduk aslinya sempat dievakuasi secara paksa dua dekade silam, namun secara resmi dibuka kembali oleh otoritas terkait pada bulan lalu. Meskipun pihak IDF mengonfirmasi bahwa proses pemakaman jenazah tersebut sebenarnya telah dikoordinasikan sebelumnya, para pemukim ekstremis tetap mendatangi lokasi dengan membawa alat penggali untuk melakukan intimidasi.
Pihak militer mengklaim bahwa mereka baru tiba di lokasi setelah menerima laporan mengenai adanya ketegangan antara kedua belah pihak. Dalam pernyataan resminya, IDF menyebut telah menyita alat penggali milik para pemukim dan tetap bersiaga di lokasi guna mencegah terjadinya gesekan fisik yang lebih luas.
Sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen memprihatinkan saat warga Palestina mengangkat jenazah yang terbungkus kain kafan putih dari liang lahat. Sementara proses pemindahan berlangsung, tentara IDF dan kelompok pemukim radikal tampak mengawasi aktivitas tersebut dari jarak yang sangat dekat.
Jenazah yang dipaksa dipindahkan tersebut diketahui merupakan jasad seorang pria bernama Hussein Asasa, meski hingga kini lokasi pemakaman barunya belum diketahui secara pasti. Pihak keluarga korban mengungkapkan bahwa selama proses pemindahan berlangsung, para pemukim ekstremis tidak berhenti melakukan teror dengan melempari mereka menggunakan batu.
Menanggapi peristiwa yang mencoreng kemanusiaan ini, pihak IDF menyatakan komitmennya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap seluruh rangkaian insiden di lapangan. Hingga saat ini, situasi di sekitar wilayah Sa-Nur tetap menjadi sorotan tajam mengingat eskalasi konflik antara warga sipil Palestina dan pemukim ekstremis terus meningkat.