Pemerintah Korea Selatan mengonfirmasi bahwa salah satu kapal tanker minyak mereka saat ini tengah melintasi Selat Hormuz pada Rabu (20/5/2026). Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, di hadapan anggota Majelis Nasional di Seoul.
Berdasarkan data dari situs pelacakan kapal MarineTraffic, kapal berbendera Korea Selatan bernama Universal Win terpantau berada di sisi timur Selat Hormuz. Kapal tersebut diketahui sedang menuju kota Ulsan, Korea Selatan, setelah bertolak dari pelabuhan Mina Al Ahmadi di Kuwait.
Langkah ini menjadi perhatian serius menyusul insiden serangan terhadap kapal yang dioperasikan perusahaan Korea Selatan di wilayah tersebut beberapa pekan lalu. Kejadian itu sempat memicu kekhawatiran besar di Seoul mengenai jaminan keamanan pelayaran di jalur vital tersebut.
Aktivitas Pelayaran Internasional di Selat Hormuz
Selain kapal Korea Selatan, aktivitas pelayaran dari negara lain juga dilaporkan mulai bergerak keluar dari wilayah perairan yang sempat tegang tersebut. Reuters mengabarkan terdapat dua kapal tanker minyak asal China yang meninggalkan Selat Hormuz pada hari yang sama.
Data dari LSEG dan Kpler menunjukkan bahwa kedua kapal tanker raksasa milik China itu membawa sekitar 4 juta barel minyak mentah dari Irak. Pergerakan sejumlah kapal tanker ini memberikan sinyal positif akan adanya potensi kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik di kawasan.
Berikut adalah ringkasan data pergerakan kapal tanker di Selat Hormuz per 20 Mei 2026:
| Nama/Asal Kapal | Status Perjalanan | Muatan/Tujuan |
|---|---|---|
| Universal Win (Korsel) | Melintasi sisi timur Selat Hormuz | Menuju Ulsan dari Kuwait |
| 2 Tanker China | Meninggalkan Selat Hormuz | Membawa 4 juta barel minyak Irak |
| HMM Namu (Korsel) | Mengalami serangan (4 Mei) | Dalam proses investigasi |
Tabel di atas merangkum dinamika pelayaran di Selat Hormuz yang melibatkan kapal-kapal besar dari Asia Timur di tengah situasi keamanan regional. Data ini mencerminkan kondisi terkini jalur perdagangan minyak dunia yang sempat terganggu.
Investigasi Serangan Kapal HMM Namu
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan masih terus mendalami kasus serangan terhadap kapal HMM Namu yang terjadi pada awal Mei lalu. Juru bicara pemerintah, Park Il, menegaskan pihaknya akan segera mengambil tindakan tegas setelah seluruh proses penyelidikan tuntas.
Hasil investigasi awal menemukan fakta bahwa ledakan dan kebakaran pada kapal HMM Namu dipicu oleh dua benda terbang misterius. Saat ini, puing-puing yang dikumpulkan dari lokasi kejadian sedang dianalisis secara mendalam untuk mengungkap identitas pelaku serangan.
Fokus utama pemerintah Korea Selatan dalam menangani insiden keamanan di Selat Hormuz:
- Menjamin keselamatan awak kapal dan kebebasan navigasi di perairan internasional.
- Melakukan upaya diplomasi intensif dengan berbagai pihak terkait di kawasan tersebut.
- Menyelesaikan analisis teknis terhadap proyektil yang menghantam kapal HMM Namu.
- Memastikan stabilitas pasokan energi nasional yang melewati jalur Teluk.
Poin-poin tersebut menunjukkan komitmen Seoul dalam melindungi kepentingan maritimnya meski situasi di lapangan masih penuh tantangan. Pemerintah Korea Selatan tetap pada prioritas utama untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut dari kalangan pelaut mereka.
Meskipun insiden sebelumnya hanya menyebabkan cedera ringan pada satu kru, dampak politiknya tetap terasa cukup signifikan. Pejabat Korea Selatan sempat melayangkan tudingan kepada Iran atas serangan tersebut, namun pihak Teheran secara tegas membantah keterlibatan mereka.