Jejak kaki manusia berusia 115.000 tahun ditemukan di sebuah danau purba di Semenanjung Arab. Penemuan ini adalah yang tertua di wilayah tersebut dan menunjukkan adanya interaksi manusia purba dengan lingkungan sekitarnya. Para ilmuwan menemukan setidaknya tujuh jejak kaki manusia di antara ratusan jejak kaki hewan prasejarah lainnya di lokasi tersebut.
Danau berlumpur tersebut dahulu menjadi jalur bagi kelompok hewan besar dan manusia selama migrasi di Jazirah Arab. Lokasi yang kini berada di Gurun Nefud ini dikenal sebagai Alathar, yang berarti 'jejak' dalam bahasa Arab. Di sini ditemukan jejak kaki manusia terpendam di antara banyaknya jejak hewan yang telah berusia ribuan tahun.
Kelompok manusia yang melintasi danau ini diperkirakan tidak menetap tetap, melainkan hanya sekedar melewati atau beristirahat saat mencari sumber air. Minimnya alat batu dan bekas perburuan menunjukkan mereka bukan kelompok berburu di lokasi tersebut. Temuan ini terungkap setelah lapisan tanah yang menutupnya tersapu, memperlihatkan jejak yang berharga dari masa lalu.
Ilmuwan menjelaskan faktor yang membuat jejak kaki tersebut masih terlihat hingga kini. Berdasarkan eksperimen, jejak kaki manusia modern di tanah lumpur biasanya hilang dalam waktu beberapa hari. Kondisi unik di situs ini memungkinkan jejak tersebut terawetkan dengan baik.
Peneliti memastikan jejak ini dibuat oleh Homo sapiens, bukan Homo neanderthalensis. Hal ini didasarkan pada absennya Neanderthal pada masa itu di wilayah sekitar Levant dan Arab. Ukuran dan bentuk jejak juga lebih sesuai dengan Homo sapiens awal.
Homo sapiens ini mungkin adalah migran terakhir sebelum zaman es mulai. Perlindungan alami dari sedimen baru membuat jejak mereka tetap utuh dan tidak tertimpa jejak lebih baru lainnya.
Penulis
Artikel ini ditulis oleh Callan Rahmadyvi Triyunanto, peserta magangHub Kemnaker di detikcom. Berita ini mengulas penemuan arkeologi yang menambah pemahaman tentang sejarah manusia dan perubahannya dari waktu ke waktu.
```