Jeep “Made in China” Siap Meluncur, Stellantis Targetkan Produksi Mulai 2027

Jeep “Made in China” Siap Meluncur, Stellantis Targetkan Produksi Mulai 2027
Foto: Ilustrasi Jeep “Made in China” Siap Meluncur, Stellantis Targetkan Produksi Mulai 2027.
Ukuran teks

Merek otomotif ikonik asal Amerika Serikat, Jeep, sedang bersiap untuk mencetak sejarah baru dalam proses produksinya. Kendaraan yang identik dengan ketangguhan militer era 1950-an ini akan mulai diproduksi di Tiongkok dalam waktu dekat.

Stellantis, selaku perusahaan induk Jeep, telah menjalin aliansi strategis dengan produsen otomotif lokal Tiongkok, Dongfeng. Langkah besar ini menandai pergeseran basis manufaktur sebagian model Jeep ke wilayah Asia.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, lini kendaraan off-road Jeep bertenaga listrik dijadwalkan mulai keluar dari jalur produksi di Wuhan pada tahun 2027. Lokasi ini akan menjadi pusat pengembangan teknologi elektrifikasi terbaru bagi merek tersebut.

Meskipun akan diproduksi di Tiongkok, Stellantis belum memberikan konfirmasi apakah produk ini akan diekspor ke pasar Amerika Serikat. Fokus utama distribusi saat ini ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar domestik Tiongkok dan kawasan global lainnya.

Pasar global yang dimaksud kemungkinan besar mencakup wilayah Eropa, di mana permintaan terhadap kendaraan ramah lingkungan terus meningkat. Hal ini menunjukkan ambisi Jeep untuk memperluas jangkauan pasar elektrifikasinya secara internasional.

Kerja sama antara Stellantis dan Dongfeng sebenarnya bukanlah hal baru bagi industri otomotif. Keduanya telah membangun kemitraan selama tiga dekade melalui perusahaan patungan yang dikenal sebagai DPCA.

Pabrik canggih di Wuhan tersebut nantinya tidak hanya difokuskan untuk merakit model-model terbaru dari Jeep saja. Fasilitas ini juga disiapkan untuk memproduksi dua varian mobil listrik terbaru dari Peugeot untuk pasar yang sama.

Detail Model yang Masih Dirahasiakan

Hingga saat ini, Stellantis masih menutup rapat mengenai model spesifik Jeep yang akan diproduksi di Negeri Tirai Bambu tersebut. Mereka hanya melabeli proyek ini sebagai pengembangan kendaraan energi baru.

Istilah kendaraan energi baru mencakup spektrum yang luas dalam teknologi otomotif modern. Berikut adalah beberapa kemungkinan jenis penggerak yang akan disematkan pada Jeep buatan Wuhan tersebut:

Beberapa jenis teknologi kendaraan ramah lingkungan yang mungkin akan diusung oleh Jeep di masa depan:

  • Mobil listrik murni berbasis baterai (EV) yang menawarkan emisi nol sama sekali saat digunakan.
  • Teknologi Hybrid Plug-in (PHEV) yang menggabungkan mesin konvensional dengan motor listrik yang bisa diisi daya.
  • Kombinasi sistem penggerak hybrid lainnya untuk mengoptimalkan efisiensi bahan bakar dan performa di berbagai medan.

Pemanfaatan ekosistem kendaraan listrik Tiongkok yang sangat maju memberikan keuntungan tersendiri bagi Stellantis. Besar kemungkinan Jeep akan mengadopsi komponen serta teknologi baterai lokal untuk meningkatkan daya saing produknya.

Berbeda dengan Jeep yang informasinya masih terbatas, rencana masa depan untuk merek Peugeot terlihat jauh lebih transparan. Model baru dari pabrikan asal Prancis tersebut dikabarkan akan mengambil inspirasi dari mobil konsep mereka.

Dua purwarupa yang menjadi acuan adalah Concept 6 dan Concept 8 yang sebelumnya sempat dipamerkan di ajang Beijing Auto Show. Keduanya menampilkan visi desain masa depan Peugeot yang sangat futuristis.

Berikut adalah ringkasan singkat mengenai arah pengembangan desain Peugeot yang akan diproduksi di fasilitas yang sama dengan Jeep:

Kategori Konsep Arah Desain dan Fokus Model
Concept 6 Mengusung desain sedan futuristis dengan teknologi kemudi otonom.
Concept 8 Fokus pada SUV flagship berukuran besar dengan kenyamanan premium.

Tabel di atas menunjukkan bahwa Stellantis tidak hanya mengandalkan Jeep untuk memperkuat posisi mereka di pasar kendaraan listrik global. Peugeot juga akan memegang peranan penting melalui desain yang lebih modern dan beragam.

Investasi Besar dan Dukungan Pemerintah

Proyek ambisius ini melibatkan nilai investasi yang sangat fantastis, yakni mencapai lebih dari 1 miliar euro atau setara Rp18 triliun. Stellantis sendiri berkontribusi secara langsung sekitar 130 juta euro dalam pendanaan tersebut.

Keberhasilan realisasi proyek ini juga tidak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh pemerintah daerah Hubei. Dukungan regulasi dan infrastruktur di wilayah tersebut menjadi faktor kunci bagi kelancaran operasional pabrik.

Antonio Filosa selaku CEO Stellantis mengungkapkan rasa optimisnya terhadap kolaborasi strategis dengan Dongfeng ini. Menurutnya, kerja sama ini akan menguntungkan kedua belah pihak dalam jangka panjang.

Filosa menegaskan bahwa aliansi ini bertujuan untuk memperkuat kehadiran teknologi listrik pada merek-merek yang sudah mendunia. Konsumen diharapkan bisa menikmati kendaraan canggih dengan identitas merek yang sudah mereka percayai selama puluhan tahun.

Dengan hadirnya Jeep produksi Tiongkok, peta persaingan otomotif global diprediksi akan semakin dinamis pada tahun 2027 mendatang. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa merek legendaris pun harus beradaptasi dengan perubahan zaman dan teknologi.

Artikel terkait

Rekomendasi