Tren Baru Otomotif 2026: Varian PHEV Wuling Starlight Makin Banyak Dicari Konsumen

Tren Baru Otomotif 2026: Varian PHEV Wuling Starlight Makin Banyak Dicari Konsumen
Foto: Tren Baru Otomotif 2026: Varian PHEV Wuling Starlight Makin Banyak Dicari Konsumen. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan ramah lingkungan kini menunjukkan tren yang semakin positif. Hal ini terlihat jelas dari data pemesanan model terbaru Wuling Motors, yakni Wuling Eksion.

Wuling Eksion hadir dengan dua opsi teknologi masa depan, yaitu kendaraan listrik murni (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Kehadiran kedua pilihan ini rupanya menarik perhatian besar dari para calon konsumen di tanah air.

Brian Gomgom, selaku Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, mengungkapkan adanya lonjakan signifikan pada pemesanan varian PHEV. Perubahan minat ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan model Wuling sebelumnya.

Data internal perusahaan mencatat pergeseran komposisi yang cukup menarik antara peminat mobil listrik murni dan varian hybrid. Tren ini menjadi bukti bahwa teknologi PHEV mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Peningkatan Signifikan Pemesanan Varian PHEV

Pada model sebelumnya, yaitu Wuling Darion, dominasi varian EV masih sangat kuat dengan angka mencapai 80 persen. Sementara itu, varian PHEV hanya menyumbang sekitar 20 persen dari total pemesanan.

Kondisi tersebut berubah drastis sejak peluncuran Wuling Eksion pada Juni 2026. Kini, perbandingan pemesanan antara varian EV dan PHEV berada di angka 70 persen berbanding 30 persen.

Berikut adalah ringkasan perbandingan komposisi pemesanan antara kedua model kendaraan Wuling:

Model Kendaraan Varian Listrik (EV) Varian Plug-in Hybrid (PHEV)
Wuling Darion 80% 20%
Wuling Eksion 70% 30%

Data di atas memperlihatkan pertumbuhan sebesar 10 persen pada segmen PHEV dalam waktu yang relatif singkat. Brian Gomgom menyampaikan informasi ini dalam sebuah kesempatan pada Kamis, 4 Juni 2026.

Solusi Bagi Konsumen yang Belum Siap Mobil Listrik

Fenomena meningkatnya minat terhadap PHEV dinilai sebagai sinyal kuat perubahan perilaku konsumen. Masyarakat mulai melihat teknologi ini sebagai pilihan paling logis untuk mendukung mobilitas sehari-hari saat ini.

Gomgom mengamati bahwa pola perkembangan pasar PHEV mirip dengan pertumbuhan mobil listrik beberapa tahun lalu. Meski awalnya memiliki pangsa pasar yang kecil, teknologi ini diprediksi akan berkembang pesat.

Beberapa faktor utama yang membuat teknologi PHEV semakin diminati oleh konsumen Indonesia:

  • Menjadi solusi transisi bagi pengguna mobil konvensional yang belum siap beralih sepenuhnya ke tenaga listrik.
  • Mengurangi kekhawatiran terkait ketersediaan infrastruktur pengisian daya listrik yang belum merata di seluruh wilayah.
  • Menawarkan fleksibilitas berkendara jarak jauh tanpa harus bergantung sepenuhnya pada baterai.
  • Mendukung gaya hidup ramah lingkungan namun tetap mempertahankan kenyamanan mesin pembakaran internal.

Poin-poin tersebut menunjukkan bahwa PHEV berperan penting dalam ekosistem otomotif nasional. Teknologi ini menjadi penengah yang ideal di tengah masa transisi energi di Indonesia.

Wuling sangat optimis bahwa segmen PHEV akan terus bertumbuh di pasar otomotif Indonesia. Apalagi saat ini banyak produsen mobil lain yang juga gencar memperkenalkan teknologi serupa secara global.

Bagi sebagian orang, berpindah langsung dari mesin bensin ke mobil listrik murni masih dirasa cukup menantang. Oleh karena itu, PHEV hadir sebagai jembatan yang memudahkan transisi tersebut bagi masyarakat luas.

Artikel terkait

Rekomendasi