Seorang pendaki dilaporkan mengalami insiden serius setelah terjatuh ke dalam jurang sedalam 40 meter di kawasan Gunung Muria. Meski mengalami kecelakaan yang cukup fatal, pemuda tersebut dinyatakan selamat setelah tim penyelamat berhasil menemukannya.
Peristiwa ini terjadi di jalur pendakian Argopiloso yang berlokasi di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Korban merupakan warga lokal yang sedang melakukan pendakian bersama rekan-rekannya di jalur tersebut.
Kronologi Kejadian di Jalur Argopiloso
Identitas korban diketahui bernama Jonathan, seorang pemuda berusia 20 tahun yang tinggal di Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu. Informasi mengenai hilangnya kontak dengan korban dikonfirmasi langsung oleh pihak BPBD setempat.
Ahmad Munaji selaku Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus menjelaskan bahwa Jonathan berangkat bersama dua temannya pada dini hari. Rombongan ini memulai perjalanan sekitar pukul 03.00 WIB dari rumah menuju area Rejenu.
Tujuan utama mereka adalah melakukan pendakian "tektok" atau pendakian singkat tanpa menginap demi mengejar pemandangan matahari terbit. Mereka tiba di titik awal pendakian Rejenu hanya dalam waktu sepuluh menit perjalanan dari rumah.
Petaka muncul saat rombongan ini mencapai medan tanjakan di atas Pos 4 pendakian. Jonathan diduga mengalami kelelahan fisik yang cukup hebat saat mencoba melewati rintangan berupa tanjakan akar pohon.
Kondisi fisik yang menurun membuat konsentrasi korban terganggu hingga akhirnya ia terpeleset. Korban kemudian terperosok dan jatuh ke dalam jurang yang memiliki kedalaman sekitar 40 meter.
Rincian perjalanan dan data diri korban kecelakaan:
- Nama Korban: Jonathan (20 tahun)
- Lokasi Kejadian: Jalur Argopiloso, Gunung Muria
- Waktu Kejadian: Kamis, 14 Mei
- Kedalaman Jurang: Sekitar 40 meter
- Status Kondisi: Selamat dengan luka patah tulang
Daftar di atas merangkum informasi dasar mengenai identitas serta titik lokasi jatuhnya pendaki di jalur pendakian Gunung Muria.
Upaya Penyelamatan dan Kondisi Terkini
Saat melihat Jonathan terjatuh, kedua temannya segera berusaha memberikan pertolongan dengan memanggil namanya dari bibir jurang. Beruntung, teriakan mereka masih mendapatkan respons suara dari arah bawah jurang.
Satu rekan korban memutuskan untuk tetap tinggal di lokasi guna memantau posisi Jonathan. Sementara itu, satu rekan lainnya bergegas turun ke basecamp untuk melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan petugas.
Mendapat laporan tersebut, tim BPBD Kudus yang dipimpin oleh Ahmad Munaji dan Any Wilianti segera bergerak ke lokasi. Proses pencarian dan evakuasi langsung dilakukan dengan menyisir titik jatuh korban.
Sekitar pukul 10.00 WIB, tim penyelamat akhirnya berhasil menemukan Jonathan di dasar jurang. Saat ditemukan, pemuda tersebut masih dalam keadaan sadar namun mengalami cedera fisik yang cukup serius.
Pihak BPBD melaporkan bahwa Jonathan menderita patah tulang pada bagian kaki akibat hantaman saat terjatuh. Setelah berhasil diangkat dari jurang, tim medis segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
| Tahapan Evakuasi | Keterangan Petugas |
|---|---|
| Laporan Masuk | Diterima dari rekan korban yang turun ke basecamp warga. |
| Waktu Penemuan | Survivor ditemukan pukul 10.00 WIB dalam kondisi selamat. |
| Kondisi Medis | Mengalami patah tulang kaki dan penurunan kondisi fisik. |
| Tindakan Lanjut | Evakuasi dari jurang dan dirujuk langsung ke rumah sakit terdekat. |
Tabel ini menyajikan ringkasan proses evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan BPBD dalam menangani kecelakaan pendakian di Gunung Muria.