Jakarta Belajar dari Kopenhagen Tata Kawasan Kota Tua, Tren Terbaru 2026!

Jakarta Belajar dari Kopenhagen Tata Kawasan Kota Tua, Tren Terbaru 2026!
Foto: Jakarta Belajar dari Kopenhagen Tata Kawasan Kota Tua, Tren Terbaru 2026!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah membidik Kota Kopenhagen di Denmark sebagai tolok ukur utama dalam upaya menata kembali kawasan bersejarah di ibu kota. Langkah strategis ini bertujuan agar area bersejarah di Jakarta dapat dikembangkan secara modern tanpa menghilangkan jati diri aslinya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan kekagumannya terhadap Kopenhagen yang tetap konsisten menjaga identitas kotanya meski telah berusia lebih dari sembilan abad. Hal ini disampaikan Rano di sela-sela kunjungan kerjanya ke Denmark untuk mengakselerasi transformasi Jakarta menjadi kota yang lebih asri dan ramah bagi penduduknya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari misi besar untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tetap nyaman dihuni. Melalui kerja sama ini, Pemprov DKI Jakarta berupaya mengadopsi prinsip pembangunan yang hijau dan inklusif demi meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.

Revitalisasi Kawasan Kota Tua Jakarta

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang memfokuskan perhatian pada pengembangan kawasan Kota Tua secara lebih serius. Upaya ini dikelola oleh tim khusus yang pembentukannya didasari oleh Keputusan Gubernur Nomor 1153 Tahun 2025.

Dalam struktur tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta memegang peranan langsung sebagai Ketua Revitalisasi dan Penataan Kota Tua. Target utamanya adalah mengubah wajah kawasan sejarah tersebut agar lebih dinamis dan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Upaya kolaboratif yang dilakukan dalam pembangunan Kota Tua meliputi:

  • Sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pemerintah pusat guna mempercepat birokrasi dan anggaran.
  • Pelibatan aktif para pelaku usaha dan sektor swasta dalam penyediaan fasilitas penunjang bagi publik.
  • Kerja sama dengan berbagai komunitas lokal untuk memastikan aspek budaya dan sejarah tetap terjaga.
  • Pembangunan infrastruktur yang memungkinkan kawasan Kota Tua menjadi ruang publik yang hidup dan inklusif.

Langkah-langkah tersebut diharapkan menjadi tonggak awal bagi transformasi Jakarta sebagai kota global yang tidak melupakan akarnya. Dengan pengembangan yang tepat, Jakarta diproyeksikan menjadi kota yang penuh semangat serta tetap bisa dinikmati oleh seluruh elemen warga.

Membangun Jakarta Berstandar Kota Global

Rano Karno menekankan bahwa Jakarta sedang berupaya keras memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global. Namun, kemajuan ekonomi tersebut harus seimbang dengan ketersediaan ruang hidup yang berkualitas dan nyaman bagi masyarakatnya.

Ia menegaskan bahwa identitas kota yang kuat harus berpihak pada peningkatan kualitas hidup publik. Pernyataan tersebut disampaikan Rano berdasarkan laporan resmi dari Antara pada Rabu, 20 Mei 2026, yang menyoroti arah kebijakan Jakarta ke depan.

Fokus diskusi dalam pertemuan Pemprov DKI dengan Pemerintah Kota Kopenhagen:

Aspek Pembangunan Detail Strategi yang Dipelajari
Kemitraan Internasional Pengelolaan kerja sama global dan penguatan jejaring antarkota dunia.
Pembangunan Berkelanjutan Penerapan konsep kota layak huni (livable city) yang ramah lingkungan.
Ekonomi & Pendapatan Penguatan struktur ekonomi kota dan optimalisasi sumber pendapatan daerah.
Fasilitas Publik Penyediaan jalur sepeda, kawasan tepi air yang bersih, dan ruang publik setara.

Tabel di atas merangkum berbagai poin krusial yang dipelajari Pemprov DKI dari strategi sukses Pemerintah Kota Kopenhagen. Melalui pertemuan dengan Andreas Kiel, selaku Mayor of Employment, Integration, and Business Kopenhagen, banyak pelajaran berharga yang bisa diadaptasi Jakarta.

Pendekatan Khusus untuk Jakarta sebagai Kota Tropis

Selama ini, Kopenhagen memang diakui secara internasional sebagai salah satu kota dengan tingkat kelayakan huni tertinggi di dunia. Kualitas transportasi umum dan tata ruang yang berorientasi pada kenyamanan pejalan kaki menjadi keunggulan utama mereka.

Meskipun demikian, Pemerintah Kota Kopenhagen memberikan catatan penting bahwa setiap kota memiliki karakteristik unik yang tidak bisa disamakan begitu saja. Konsep kota layak huni harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan kondisi geografis masing-masing daerah.

Bagi Jakarta yang merupakan kota tropis, tantangan utamanya adalah menciptakan ruang publik yang teduh agar nyaman bagi warga. Hal ini mencakup penyediaan lebih banyak area interaksi sosial yang terlindung dari cuaca panas serta memiliki sistem penghijauan yang memadai.

Dengan mengadopsi semangat keberlanjutan dari Kopenhagen, Jakarta diharapkan dapat mewujudkan ruang publik yang bisa diakses secara adil oleh semua warga. Transformasi ini menjadi kunci penting bagi Jakarta dalam perjalanannya menuju status kota global yang modern dan manusiawi.

Artikel terkait

Rekomendasi