Pemerintah Iran menyampaikan kritik keras terhadap tindakan militer Amerika Serikat dan Israel yang dilakukan pada akhir Februari lalu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa serangan tersebut adalah bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Pernyataan ini muncul di tengah situasi diplomatik yang sedang tidak menentu antara Teheran dan Washington. Baghaei menekankan bahwa dalih apa pun yang digunakan untuk membenarkan agresi terhadap negara berdaulat tidak dapat diterima menurut aturan global.
Kritik Iran Terhadap Agresi Militer
Melalui pernyataan resminya, Baghaei memberikan respons langsung yang ditujukan kepada Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier. Ia menyoroti bahwa konsep perang yang dipaksakan atau diperlukan tidak memiliki dasar hukum dalam Piagam PBB.
Menurutnya, negara manapun tidak berhak menggunakan kekuatan militer terhadap kedaulatan negara lain hanya berdasarkan keputusan sepihak. Ia menilai serangan gabungan tersebut merupakan tindakan yang sangat gegabah dari pihak agresor.
Poin utama keberatan Iran terkait dasar hukum internasional antara lain:
- Ketidakmampuan AS dan Israel untuk meremehkan dampak serangan sebagai perang biasa.
- Adanya pelanggaran mendasar terhadap Pasal 2(4) Piagam PBB yang melarang agresi.
- Tuntutan agar komunitas internasional menyerukan pertanggungjawaban atas tindakan tersebut.
- Pentingnya setiap negara menjunjung tinggi supremasi hukum tanpa terkecuali.
Baghaei mengimbau negara-negara yang menghormati tatanan dunia untuk memberikan kecaman tegas. Baginya, pembiaran terhadap aksi semacam ini hanya akan merusak prinsip kedaulatan yang selama ini dijaga oleh PBB.
Upaya Diplomasi Regional
Di sisi lain, Teheran juga aktif menjalin komunikasi dengan negara tetangga untuk meredam ketegangan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, baru-baru ini mengadakan pertemuan penting dengan pejabat tinggi dari Pakistan.
Pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, tersebut fokus pada pembahasan draf proposal perdamaian. Fokus utamanya adalah mencari jalan keluar untuk mengakhiri konflik dan menyelesaikan sengketa yang masih tertunda antara Iran dan AS.
Berikut adalah ringkasan situasi terkini antara Iran dan pihak terkait:
| Pihak Terlibat | Isu Utama | Status Hubungan |
|---|---|---|
| Amerika Serikat & Israel | Serangan militer akhir Februari | Tegang / Agresi |
| Jerman | Kritik diplomatik terkait Piagam PBB | Dialog Tidak Langsung |
| Pakistan | Negosiasi proposal penghentian perang | Kerja Sama Regional |
Tabel di atas menunjukkan peta hubungan diplomatik Iran yang sedang berupaya menggalang dukungan sekaligus mencari resolusi konflik. Meskipun negosiasi berjalan lambat, Teheran tetap menekankan bahwa jalur hukum internasional harus tetap menjadi acuan utama dalam penyelesaian masalah.