Laporan intelijen militer Amerika Serikat baru-baru ini mengungkap kemunduran signifikan yang dialami Rusia dalam konfliknya di Ukraina. Data terbaru menunjukkan bahwa kinerja militer dan stabilitas ekonomi Moskow terus menurun drastis dalam sepekan terakhir.
Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) secara resmi mengonfirmasi bahwa pasukan Rusia gagal mempertahankan wilayah yang sebelumnya mereka duduki. Penilaian ini memperkuat dugaan bahwa kekuatan militer Rusia kini berada dalam posisi yang semakin sulit.
Ukraina Berhasil Rebut Kembali Wilayah Strategis
Pasukan Ukraina tercatat menunjukkan kemajuan luar biasa dengan merebut kembali lahan seluas sekitar 400 kilometer persegi di kawasan Dnipropetrovsk dan sekitarnya. Pencapaian ini dilaporkan kepada Kongres AS sebagai perolehan wilayah terbesar Ukraina sejak akhir tahun 2022.
Meskipun Rusia secara teknis masih mendapatkan wilayah baru sepanjang tahun 2026, namun laju pergerakan mereka melambat signifikan. Data dari Institute for the Study of War (ISW) menyoroti perbedaan tajam antara efektivitas militer Rusia saat ini dibandingkan periode sebelumnya.
Berikut adalah perbandingan data penguasaan wilayah oleh Rusia berdasarkan analisis ISW:
| Kategori Data | Periode (Januari - Mei) | Total Luas Wilayah |
|---|---|---|
| Kemajuan Bersih Rusia 2025 | Januari - 26 Mei 2025 | 1.619 km persegi |
| Kemajuan Bersih Rusia 2026 | Januari - 26 Mei 2026 | 104 km persegi |
| Wilayah yang Diperebutkan | Mei 2026 | 628 km persegi |
Berdasarkan tabel tersebut, terlihat bahwa Rusia mengalami kesulitan besar untuk mengamankan wilayah baru secara permanen. Meskipun sempat menyusup ke wilayah seluas 628 km persegi, pasukan mereka dilaporkan tidak berhasil memegang kendali penuh atas area tersebut.
Lonjakan Angka Kematian Prajurit Rusia
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan informasi mengejutkan terkait jumlah korban jiwa di pihak musuh yang meningkat pesat. Tahun ini saja, kerugian personel Rusia diklaim mencapai angka 145.000 orang.
Zelenskyy merinci bahwa dari total tersebut, sebanyak 86.000 tentara dinyatakan tewas dalam pertempuran. Sementara itu, sekitar 59.000 prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka parah sehingga tidak lagi mampu bertugas di medan perang.
Informasi terkait data korban militer yang diklaim oleh pihak Ukraina:
- Jumlah kematian tentara Rusia mencapai 86.000 jiwa dalam satu tahun terakhir.
- Sebanyak 59.000 tentara mengalami cedera serius dan cacat akibat perang.
- Pihak Ukraina mengklaim memiliki bukti rekaman video drone untuk setiap korban tewas yang dikonfirmasi.
- Kerugian personel Rusia ini dinilai meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan fase awal konflik.
Klaim mengenai jumlah korban jiwa ini memang sulit diverifikasi secara independen oleh pihak luar maupun media internasional. Namun, data dari pihak intelijen AS dan Ukraina secara konsisten menunjukkan bahwa tekanan terhadap militer Rusia saat ini berada di level tertinggi.