Instruksi Prabowo ke Mensos: Perbanyak Sekolah Rakyat di Bali, Skema Terbaru 2026 yang Banyak Dicari

Instruksi Prabowo ke Mensos: Perbanyak Sekolah Rakyat di Bali, Skema Terbaru 2026 yang Banyak Dicari
Foto: Instruksi Prabowo ke Mensos: Perbanyak Sekolah Rakyat di Bali, Skema Terbaru 2026 yang Banyak Dicari. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan instruksi tegas kepada Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul. Instruksi tersebut berisi perintah untuk segera menambah jumlah Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Provinsi Bali dalam waktu dekat.

Langkah ini diambil mengingat ketersediaan fasilitas pendidikan tersebut masih sangat terbatas di Pulau Dewata. Hingga saat ini, tercatat baru ada satu Sekolah Rakyat yang beroperasi di seluruh wilayah Bali.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya percepatan pembangunan sarana pendidikan ini demi menjamin akses belajar masyarakat. Ia meminta agar penambahan jumlah sekolah tersebut dapat dilakukan secepat mungkin dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penyediaan lahan sekolah:

  • Mendorong peran aktif para bupati di Bali untuk mengusahakan ketersediaan lahan pembangunan sekolah.
  • Menyiapkan skema bantuan dari pemerintah pusat jika pemerintah daerah mengalami kendala dalam mencari tanah.
  • Melakukan inventarisasi aset lahan milik negara yang potensial untuk dialihfungsikan menjadi sarana pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat melakukan kunjungan kerja di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026). Melalui siaran kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kepala Negara menegaskan komitmennya terhadap pemerataan pendidikan.

Selain fokus pada pembangunan fisik, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian besar pada daya tampung siswa. Ia memerintahkan Gus Ipul agar mengupayakan sistem penerimaan yang dapat merangkul hampir seluruh calon siswa yang mendaftar.

Guna memastikan instruksi ini berjalan lancar di tingkat lintas kementerian, Presiden melibatkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya. Seskab diminta untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai lembaga pemerintahan lainnya agar proses birokrasi tidak menghambat program ini.

Langkah strategis dalam pemanfaatan fasilitas pendidikan:

  • Melakukan pendataan terhadap fasilitas milik pemerintah yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal atau terbengkalai.
  • Meminjam bangunan atau fasilitas yang ada untuk digunakan sebagai ruang kelas sementara bagi para siswa.
  • Memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan selama proses pembangunan gedung sekolah permanen dilakukan.

Presiden Prabowo berharap penggunaan fasilitas yang sudah ada dapat menjadi solusi cepat sembari menunggu kesiapan infrastruktur permanen. Strategi ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat Bali yang mendesak tanpa harus menunggu lama.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden sempat mempertanyakan mengenai target jumlah Sekolah Rakyat permanen yang direncanakan untuk Bali. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesinambungan program pendidikan nasional di masa kepemimpinannya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan rencana strategis kementeriannya untuk wilayah Bali. Pemerintah memiliki ambisi untuk menghadirkan setidaknya satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota yang ada di Bali.

Rangkuman rencana pengembangan Sekolah Rakyat di Provinsi Bali:

Aspek Rencana Keterangan Detail
Target Lokasi Seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Bali.
Jumlah Minimal Minimal tersedia satu Sekolah Rakyat per wilayah kabupaten/kota.
Status Bangunan Pembangunan gedung permanen secara bertahap.
Solusi Jangka Pendek Pemanfaatan lahan atau gedung yang kurang produktif milik kementerian lain.
Pejabat Penanggung Jawab Menteri Sosial berkoordinasi dengan Sekretaris Kabinet.

Tabel di atas menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke tingkat daerah. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan kendala keterbatasan sekolah rakyat di Bali dapat segera teratasi.

Selain fokus pada urusan Sekolah Rakyat di Bali, Presiden Prabowo Subianto juga terpantau sangat aktif dalam agenda nasional lainnya. Belum lama ini, ia sempat mengunjungi Danantara untuk berdiskusi mengenai kemajuan teknologi dan pengembangan pendidikan STEM di tanah air.

Di sisi lain, publik juga masih menantikan keputusan Presiden terkait posisi Wakil Menteri Imigrasi setelah pemberhentian Silmy Karim. Hingga saat ini, Kepala Negara belum menunjuk sosok pengganti untuk mengisi jabatan tersebut maupun posisi yang ditinggalkan Emmanuel Ebenezer.

Agenda pelantikan pejabat baru juga menjadi sorotan setelah Presiden dijadwalkan melantik Nanik S Deyang beserta jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN). Pelantikan ini dijadwalkan akan berlangsung pada Senin depan di Istana Negara.

Keseluruhan rangkaian instruksi dan agenda ini menunjukkan pola kepemimpinan Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada aspek sosial, pendidikan, dan penguatan lembaga negara. Penambahan Sekolah Rakyat di Bali menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Artikel terkait

Rekomendasi