Pemerintah Inggris tengah mempersiapkan pengiriman kapal perang ke kawasan Timur Tengah guna bergabung dalam misi internasional yang bertujuan mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas ancaman Iran yang telah menutup sebagian besar akses perairan vital tersebut bagi kapal-kapal komersial.
Keputusan London ini mengikuti jejak Prancis yang sebelumnya telah lebih dulu mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir mereka, Charles de Gaulle, untuk misi serupa. Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa pengiriman HMS Dragon merupakan bentuk perencanaan matang guna memastikan kesiapan Inggris dalam koalisi multinasional bersama Prancis.
Kolaborasi Internasional dan Pemulihan Arus Perdagangan
Pihak Inggris dan Prancis telah mengonfirmasi sejak bulan lalu bahwa rencana militer untuk mengamankan Selat Hormuz sedang disusun secara intensif. Kedua negara tersebut optimistis bahwa operasi ini akan berhasil memulihkan kelancaran arus perdagangan global melalui jalur air yang sangat krusial tersebut.
Penempatan HMS Dragon diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan sektor pelayaran komersial serta mendukung upaya pembersihan ranjau laut di wilayah terdampak. Operasi ini dilakukan setelah berakhirnya masa permusuhan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang sempat memanaskan situasi di kawasan.
Pada pertemuan tingkat tinggi di London yang dihadiri perwakilan dari 44 negara, para perencana militer membahas aspek teknis perlindungan navigasi di perairan utama itu. Sebanyak 40 negara diperkirakan telah menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam misi pembebasan jalur navigasi di Selat Hormuz di bawah kepemimpinan Inggris dan Prancis.
| Detail Informasi | Keterangan Statistik |
|---|---|
| Jumlah Negara Peserta Rapat di London | Lebih dari 44 negara |
| Estimasi Negara yang Berpartisipasi dalam Misi | Sekitar 40 negara |
| Volume Minyak Dunia yang Melintasi Selat Hormuz | Sekitar 20% (seperlima) dari total dunia |
| Tanggal Dimulainya Konflik AS-Israel vs Iran | 28 Februari 2026 |
Pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz didasari oleh fakta bahwa jalur ini merupakan urat nadi energi dunia yang memasok kebutuhan global. Sebelum konflik bersenjata pecah, sekitar seperlima dari total pasokan minyak mentah dunia harus melewati selat tersebut untuk mencapai pasar internasional.