IDAI: Jangan Cemas Hantavirus, Difteri dan Campak Justru Lebih Bahaya

IDAI: Jangan Cemas Hantavirus, Difteri dan Campak Justru Lebih Bahaya
Foto: Ilustrasi IDAI: Jangan Cemas Hantavirus, Difteri dan Campak Justru Lebih Bahaya.
Ukuran teks

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan imbauan agar masyarakat tidak merasa cemas secara berlebihan terhadap ancaman Hantavirus tipe Andes Virus yang sempat merebak di kapal MV Hondius. Hingga detik ini, jenis virus yang diketahui dapat menular antarmanusia tersebut dilaporkan belum terdeteksi masuk ke wilayah Indonesia.

Kementerian Kesehatan sebelumnya telah merilis data mengenai temuan 23 kasus Hantavirus di tanah air dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Berdasarkan data tersebut, seluruh kasus yang ditemukan merupakan jenis Seoul Virus dan tidak ditemukan keberadaan Andes Virus sama sekali.

Kategori Data Keterangan Statistik
Total Kasus Hantavirus (3 Tahun Terakhir) 23 Kasus
Jenis Virus Dominan di Indonesia Seoul Virus
Status Andes Virus di Indonesia 0 Kasus (Belum Ditemukan)

Urgensi Penyakit Infeksi Lainnya

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, SpA, menekankan bahwa penyakit infeksi seperti campak dan difteri justru memerlukan perhatian yang jauh lebih mendesak. Ia mengibaratkan kondisi kesehatan saat ini seperti rumah yang sedang terbakar karena banyaknya kasus infeksi yang belum tertangani secara optimal akibat keterbatasan sumber daya.

Prof. Dominicus menyayangkan bahwa penyakit menular yang jelas berdampak luas tersebut masih terus menjadi masalah serius meskipun sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat sebaiknya memprioritaskan penyelesaian masalah kesehatan yang risikonya sudah terbukti nyata di depan mata.

Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Pihak IDAI berpendapat bahwa risiko Hantavirus bagi masyarakat Indonesia sebenarnya tidak terlalu besar sehingga tidak memerlukan pengalokasian sumber daya yang berlebihan. Pencegahan infeksi ini dinilai bisa dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dan ekonomis melalui kesadaran setiap individu.

Kunci utama untuk menangkal ancaman virus tersebut adalah konsistensi dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam lingkup keluarga. Strategi ini dianggap sangat efektif untuk melindungi diri tanpa harus membebani negara dengan biaya penanganan yang tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi