Hubungan UEA-Iran Memanas, Abu Dhabi Tegaskan Hak Balas Provokasi Teheran

Hubungan UEA-Iran Memanas, Abu Dhabi Tegaskan Hak Balas Provokasi Teheran
Foto: Ilustrasi Hubungan UEA-Iran Memanas, Abu Dhabi Tegaskan Hak Balas Provokasi Teheran.
Ukuran teks

Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan sikap tegas atas tuduhan keterlibatan mereka dalam konflik regional yang kian memanas di Timur Tengah. Abu Dhabi menegaskan bahwa mereka memiliki hak penuh untuk melawan setiap bentuk agresi yang datang dari Iran.

Klaim ini muncul sebagai respons atas pernyataan Teheran yang menuding UEA ikut berperan dalam serangan militer bersama Amerika Serikat dan Israel. UEA membantah keras tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa negaranya justru menjadi korban serangan berulang.

Penolakan Tegas Atas Tuduhan Teheran

Khalifa bin Shaheen Al Marar, Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri UEA, memberikan pernyataan resmi pada Jumat (15/5/2026). Ia secara tegas menolak tuduhan Iran yang menyebut negaranya terlibat aktif dalam agresi militer di kawasan tersebut.

Ketegangan ini bermula setelah pertemuan anggota BRICS yang berlangsung di New Delhi, India, pada Kamis (14/5/2026). Dalam kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan kritik tajam yang menyasar kedaulatan Uni Emirat Arab.

Melalui saluran Telegram yang dikutip oleh media IRNA, Araghchi menyebut Abu Dhabi sebagai mitra aktif dalam agresi bersenjata. Ia bahkan mengeklaim telah memperingatkan UEA bahwa kehadiran militer Amerika Serikat dan Israel tidak akan bisa menjamin keamanan mereka.

Araghchi juga menyinggung mengenai pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Uni Emirat Arab. Menurutnya, Abu Dhabi seharusnya sudah menyadari konsekuensi dari keberadaan pangkalan asing tersebut bagi stabilitas negara mereka.

Hak Kedaulatan dan Pertahanan Mandiri

Menanggapi serangan verbal tersebut, UEA membeberkan fakta mengenai berbagai ancaman fisik yang selama ini mereka terima dari Teheran. Abu Dhabi mengeklaim telah menjadi target dari ribuan serangan udara yang dikirimkan tanpa alasan jelas.

Berikut adalah rincian serangan yang dialami Uni Emirat Arab menurut pernyataan resmi pemerintah:
  • Serangan menggunakan rudal balistik dalam frekuensi yang tinggi.
  • Peluncuran rudal jelajah yang menargetkan wilayah kedaulatan UEA.
  • Penggunaan pesawat tak berawak atau drone untuk melakukan aksi provokasi.

Data tersebut menunjukkan bahwa UEA telah menghadapi sekitar 3.000 serangan yang mengancam stabilitas nasional mereka. Hal ini menjadi dasar bagi Abu Dhabi untuk memperkuat sistem pertahanan kedaulatan negaranya.

Al Marar menegaskan bahwa UEA memiliki hak hukum, diplomatik, hingga militer untuk merespons segala bentuk tindakan permusuhan. Ia memastikan bahwa negaranya memiliki kapasitas sendiri untuk menghadapi setiap ancaman yang muncul.

Pemerintah UEA juga menyatakan bahwa mereka tidak bergantung pada pihak asing untuk menjaga wilayahnya. Pernyataan ini sekaligus menangkis anggapan bahwa mereka mencari perlindungan dari kekuatan luar untuk menghindari agresi.

Fokus utama Abu Dhabi saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh warga negara, penduduk, maupun pendatang di wilayah mereka. Integritas wilayah menjadi prioritas yang tidak dapat diganggu gugat oleh pihak mana pun dalam situasi konflik ini.

Artikel terkait

Rekomendasi