Kelompok perlawanan asal Lebanon, Hizbullah, baru saja mengumumkan rentetan operasi militer yang menyasar posisi pasukan Israel. Serangan ini mencakup infrastruktur militer hingga wilayah permukiman di area Palestina utara yang saat ini diduduki Israel.
Laporan dari media Al Mayadeen menyebutkan bahwa militer Israel masih kesulitan mengamankan kemenangan di wilayah tersebut. Meski telah melancarkan agresi selama berbulan-bulan di Lebanon selatan, posisi pasukan pendudukan dinilai belum stabil.
Strategi Penyergapan dan Serangan Udara Hizbullah
Dalam pernyataan resminya, Hizbullah mengungkapkan bahwa para pejuang mereka telah menggempur titik kumpul tentara, kendaraan tempur, serta pusat komando Israel. Operasi ini melibatkan serangan roket yang intens serta penggunaan drone tempur ke berbagai situs militer strategis.
Salah satu momen krusial terjadi pada Sabtu pagi saat pejuang Hizbullah menyergap pasukan Israel yang mencoba merangsek ke pinggiran kota Dabbin. Kelompok ini meledakkan perangkat peledak sebelum terlibat dalam kontak tembak jarak dekat menggunakan senjata ringan dan menengah.
Rincian operasi militer yang dilakukan Hizbullah terhadap pasukan pendudukan:
- Penyergapan taktis menggunakan ranjau darat di wilayah pinggiran Dabbin untuk menghambat pergerakan infanteri.
- Kontak senjata langsung yang memaksa pasukan Israel mundur dari posisi kemajuan mereka.
- Serangan artileri dan tembakan roket terarah yang menyasar konsentrasi kendaraan militer pada Sabtu malam.
- Peluncuran drone dan roket jarak jauh ke permukiman serta pangkalan militer di wilayah Palestina utara.
Seluruh rangkaian operasi ini menunjukkan kesiapan Hizbullah dalam menjaga wilayah kedaulatan mereka. Serangan yang terkoordinasi tersebut memaksa militer Israel untuk terus berada dalam posisi bertahan di medan tempur.
Kegagalan Operasi Darat Israel di Perbatasan
Hizbullah mengklaim telah berhasil merusak dua unit tank Merkava milik Israel dalam pertempuran di area Dabbin. Kerusakan alat berat tersebut menjadi faktor utama yang memaksa pasukan lawan untuk menarik diri dari lokasi konflik.
Sejak hari Selasa, pejuang perlawanan terus membendung upaya penetrasi Israel ke beberapa titik strategis seperti Zawtar al-Sharqiya dan Yahmar al-Shaqif. Operasi yang dilancarkan disebut sebagai operasi kompleks karena melibatkan berbagai jenis persenjataan secara simultan.
Berikut adalah poin utama mengenai kondisi terkini di Lebanon selatan:
- Israel belum mampu melakukan konsolidasi kemenangan meski agresi sudah berlangsung lama.
- Dua tank utama Merkava dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat serangan artileri.
- Perlawanan sengit terjadi di tiga titik utama, yaitu Zawtar al-Sharqiya, Yahmar al-Shaqif, dan Dabbin.
- Strategi pertahanan Hizbullah kini bertransformasi menjadi operasi kompleks yang sulit diprediksi.
Situasi di perbatasan Lebanon dan Israel kian memanas seiring dengan perubahan taktik yang diterapkan oleh para pejuang. Hizbullah menegaskan akan terus memberikan perlawanan selama militer Israel berupaya memperluas agresinya ke wilayah Lebanon.