Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, sukses mengamankan tiket ke babak final Indonesia Open 2026. Kepastian ini didapat setelah Jojo berhasil menumbangkan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, lewat drama tiga gim yang sengit.
Bertanding di Istora Senayan pada Sabtu (6/6), Jonatan sempat kehilangan gim pertama sebelum akhirnya bangkit. Ia menutup laga dengan kemenangan skor 16-21, 21-10, dan 21-12 dalam durasi pertandingan selama 58 menit.
Jalannya Pertandingan Gim Pertama
Pada awal gim pertama, Panitchaphon langsung tancap gas dan meninggalkan Jonatan dengan skor cukup jauh, 7-1. Jonatan sempat tertinggal 2-9 sebelum akhirnya mencoba mengubah pola permainan lewat kombinasi bola lob dan permainan net.
Strategi tersebut sempat membuahkan hasil karena Panitchaphon beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang membuat skor menipis menjadi 8-9. Namun, smes menyilang yang menjadi senjata andalan pemain Thailand itu membuatnya unggul 11-9 di interval gim pertama.
Selepas jeda, Panitchaphon terus memaksakan gaya permainan cepat untuk menekan pertahanan tuan rumah. Jonatan sebenarnya berusaha meredam dengan mengatur tempo lebih lambat, namun beberapa pengembalian bola tanggung justru menguntungkan lawan.
Kesalahan teknis dalam pengembalian kok membuat Jonatan harus merelakan gim pertama kepada wakil Thailand tersebut. Panitchaphon sukses menutup sesi pembuka ini dengan keunggulan 21-16.
Momentum Kebangkitan di Gim Kedua
Memasuki gim kedua, Jonatan Christie mulai menemukan ritme permainannya kembali meski sempat tertinggal 1-3. Jojo berhasil membalikkan keadaan menjadi 6-3 setelah mencetak lima poin secara beruntun dengan mengajak lawan beradu permainan net.
Strategi memperlambat tempo ini terbukti efektif membuat Panitchaphon kehilangan kendali atas akurasi pukulannya. Jonatan pun berhasil memimpin di interval gim kedua dengan skor 11-8.
Pasca interval, Panitchaphon mencoba bermain lebih sabar, namun taktik ini justru memberikan keuntungan bagi Jonatan. Jojo semakin menjauh dengan skor 18-10 setelah pengembalian menyilang dari lawan jatuh di luar garis lapangan.
Melihat selisih poin yang terlalu jauh, fokus Panitchaphon tampak mulai goyah di penghujung gim ini. Jonatan tanpa kesulitan berarti akhirnya mengunci kemenangan telak 21-10 dan memaksa dilanjutkannya gim penentuan.
Dominasi Jonatan di Gim Penentu
Pada gim ketiga, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan Jonatan yang bermain lebih taktis dan tenang. Ia memilih untuk bermain aman guna mencegah lawan melancarkan serangan smes tajam yang mematikan.
Jonatan memimpin 11-7 di interval gim terakhir setelah pengembalian kok dari Panitchaphon gagal melewati net. Dominasi Jojo semakin terlihat saat ia memaksa lawannya bekerja keras mengejar bola ke berbagai sudut lapangan.
Ringkasan skor kemenangan Jonatan Christie atas Panitchaphon Teeraratsakul:
| Gim | Skor Akhir | Durasi |
|---|---|---|
| Gim Pertama | 16 - 21 | - |
| Gim Kedua | 21 - 10 | - |
| Gim Ketiga | 21 - 12 | 58 Menit (Total) |
Tabel di atas menunjukkan performa dominan Jonatan Christie setelah sempat kecolongan di gim pertama. Kemenangan pada dua gim terakhir membuktikan keunggulan stamina dan strategi yang diterapkan oleh tunggal putra Indonesia tersebut.
Pukulan drive menyilang ke arah backhand lawan menjadi kunci Jonatan untuk memperlebar keunggulan menjadi 16-11. Panitchaphon terlihat mulai frustrasi karena serangan kerasnya terus mampu dikembalikan dengan sempurna oleh Jojo.
Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 21-12 untuk kemenangan Jonatan setelah lawan melakukan kesalahan saat menerima servis. Hasil manis ini membawa Jonatan Christie melaju ke partai puncak Indonesia Open 2026 untuk memperebutkan gelar juara.