Kabar kurang menyenangkan datang bagi para antusias rakit PC di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penjualan motherboard diprediksi akan mengalami kemerosotan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2026 mendatang.
Kombinasi antara harga komponen yang melambung tinggi dan daya beli masyarakat yang kian melemah menjadi pemicu utama fenomena ini. Kondisi pasar saat ini dinilai berada di titik yang kurang menguntungkan bagi konsumen maupun produsen.
Fokus Industri Beralih ke Teknologi AI
Melansir laporan dari Wccftech, lesunya pasar motherboard berakar pada pergeseran fokus manufaktur global. Saat ini, banyak produsen yang lebih memilih mengalokasikan sumber daya mereka untuk pengembangan perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (AI).
Prioritas produksi kini lebih condong pada unit pemroses grafis (GPU) dan CPU khusus kebutuhan AI. Hal tersebut memicu kelangkaan stok serta lonjakan harga pada sektor memori seperti DRAM, NAND, serta perangkat penyimpanan lainnya.
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi kondisi pasar perangkat keras saat ini:
- Biaya Bahan Baku: Harga material dasar pembuatan perangkat elektronik mengalami kenaikan yang konsisten.
- Prioritas Produksi: Pabrik lebih mendahulukan pesanan komponen untuk sektor server dan pusat data AI.
- Biaya Manufaktur: Ongkos produksi motherboard sendiri diperkirakan membengkak antara 10 hingga 20 persen.
- Harga Jual: Beban biaya produksi tambahan tersebut akhirnya dilimpahkan kepada konsumen sebagai harga jual akhir.
Rangkaian faktor di atas saling berkaitan dan menciptakan efek domino yang menekan angka penjualan secara global. Akibatnya, konsumen cenderung menahan diri untuk melakukan pembaruan perangkat dalam waktu dekat.
Penurunan Unit Penjualan dan Strategi Produsen
Dampak nyata dari situasi ini sudah mulai terlihat pada laporan kinerja perusahaan besar. Sebagai contoh, MSI melaporkan penurunan volume penjualan dari 11 juta unit pada tahun lalu menjadi hanya sekitar 8,4 juta unit saja.
Keengganan pengguna untuk melakukan upgrade semakin diperkuat dengan minimnya inovasi kartu grafis baru tahun ini. Terlebih lagi, muncul rumor mengenai penundaan peluncuran seri RTX terbaru yang sebelumnya sangat dinantikan oleh pasar.
Data penurunan performa penjualan di pasar global:
| Aspek Penjualan | Tahun Sebelumnya | Tahun Ini (Proyeksi) |
|---|---|---|
| Volume Unit (Contoh: MSI) | 11 Juta Unit | 8,4 Juta Unit |
| Estimasi Biaya Produksi | Standar | Naik 10% - 20% |
| Tren Permintaan | Stabil | Menurun Drastis |
Meskipun pasar konsol PC atau DIY (Do It Yourself) sedang lesu, para produsen tetap merasa optimis secara finansial. Mereka mengandalkan keuntungan besar dari sektor server AI untuk menutupi kerugian di segmen motherboard konsumen.
Strategi ini dianggap mampu menjaga stabilitas keuangan perusahaan di tengah badai penurunan minat belanja masyarakat. Namun, tantangan besar tetap menanti mengenai seberapa lama industri ini bisa bertahan dengan mengandalkan satu sektor saja.