Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi terpantau mengalami lonjakan signifikan saat memasuki periode pertengahan April 2026. Salah satu contohnya adalah harga Pertamax Turbo yang kini dipatok sebesar Rp 19.400 per liter, di mana kenaikan serupa juga melanda produk BBM jenis diesel.
Kenaikan harga yang sangat tajam terjadi pada varian Dexlite yang kini dibanderol seharga Rp 23.600 untuk setiap liternya. Nilai tersebut menunjukkan lonjakan sebesar Rp 9.400 jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang hanya berada di angka Rp 14.200 per liter.
Selain Dexlite, produk Pertamina Dex juga mengalami penyesuaian harga ke atas dengan besaran kenaikan yang tidak jauh berbeda. Konsumen yang ingin menggunakan jenis bahan bakar ini sekarang harus membayar Rp 23.900 per liter dari harga awal yang sebelumnya sebesar Rp 14.500 per liter.
Rangkuman Perubahan Harga BBM Per April 2026
| Jenis Bahan Bakar | Harga Lama (per Liter) | Harga Baru (per Liter) | Selisih Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Pertamax Turbo | - | Rp 19.400 | - |
| Dexlite | Rp 14.200 | Rp 23.600 | Rp 9.400 |
| Pertamina Dex | Rp 14.500 | Rp 23.900 | Rp 9.400 |
Di sisi lain, kebijakan pemerintah terkait pajak kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) sempat menjadi sorotan hangat. Muncul kabar bahwa masa pembebasan pajak untuk kendaraan ramah lingkungan ini telah berakhir, sehingga pemilik motor dan mobil listrik terancam membayar pajak lebih mahal.
Namun, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian segera merespons kondisi tersebut dengan meminta jajaran pemerintah daerah untuk tetap membebaskan pajak kendaraan listrik. Langkah instruksi ini merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang memang secara khusus mengatur ketentuan mengenai pajak kendaraan bertenaga listrik.
Menanggapi dinamika kebijakan dan harga energi tersebut, Jeffrey Andika selaku CEO Bursa Mobil Otos.id memberikan pandangan dari kacamata pegiat jual-beli mobil bekas. Ia menyebutkan bahwa kehadiran berbagai merek mobil listrik baru asal Tiongkok justru memberikan alternatif pilihan yang menarik bagi para konsumen.
Sebagai perbandingan, Jeffrey memberikan ilustrasi mengenai kehadiran model Denza baru yang dipasarkan dengan harga tidak sampai menyentuh angka Rp 1 miliar. Harga tersebut jauh lebih kompetitif jika dibandingkan dengan unit baru Toyota Alphard atau Vellfire yang harganya saat ini sudah nyaris mencapai Rp 2 miliar.
Fenomena ini menciptakan kompetisi yang sehat di pasar otomotif, terutama jika dikaitkan dengan efisiensi biaya operasional dari sisi pajak maupun sumber tenaga. Terkait urusan kepastian pajak, Jeffrey menekankan bahwa pihak pasar masih dalam posisi menunggu keputusan resmi dan final dari pihak pemerintah.
Sementara itu, kondisi pasar untuk kendaraan bertipe mesin diesel dilaporkan masih menunjukkan adanya pergerakan transaksi yang cukup menggeliat. Meski peminatnya masih tersedia, namun banderol harga untuk mobil-mobil diesel bekas saat ini menunjukkan tren yang cenderung mengalami penurunan.
Penurunan harga jual mobil diesel ini merupakan dampak langsung dari kenaikan harga BBM jenis Pertadex dan Dexlite yang melonjak cukup drastis. Jeffrey menutup pernyataannya dengan menjelaskan bahwa harga mobil diesel di pasar saat ini akhirnya terkoreksi atau anjlok demi menyesuaikan dengan kondisi daya beli masyarakat.