Mitsubishi Motors secara resmi telah mengumumkan peta jalan strategis mereka untuk jangka waktu enam tahun ke depan. Fokus utama pabrikan otomotif ini adalah menghadirkan deretan kendaraan masa depan dengan teknologi elektrifikasi yang masif.
Langkah berani ini sekaligus menjadi sinyal berakhirnya era mesin pembakaran internal konvensional murni di pasar global bagi Mitsubishi. Perusahaan berencana meluncurkan sebanyak 13 model kendaraan baru yang telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan.
Strategi Elektrifikasi dan Inovasi Mesin
Dari total 13 model yang direncanakan, Mitsubishi akan membagi komposisi sumber penggeraknya secara merata demi memenuhi kebutuhan pasar global. Strategi ini mencakup pengembangan varian hybrid hingga kendaraan listrik berbasis baterai secara penuh.
Berikut adalah rincian pembagian jenis teknologi elektrifikasi pada 13 model terbaru Mitsubishi:
- 5 Varian Hybrid (HEV): Kendaraan yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik tanpa perlu pengisian daya eksternal.
- 5 Varian Plug-in Hybrid (PHEV): Model hybrid yang baterainya dapat diisi ulang melalui stopkontak listrik untuk jarak tempuh EV yang lebih jauh.
- 3 Varian Battery Electric Vehicle (BEV): Kendaraan yang sepenuhnya ditenagai oleh listrik tanpa emisi gas buang.
Mitsubishi juga serius dalam melakukan riset mandiri dengan mengembangkan mesin khusus untuk model PHEV dan HEV secara in-house. Jantung mekanis baru ini diklaim sangat efisien karena mampu mencapai efisiensi termal kelas dunia hingga angka 48%.
Kebangkitan Sang Legenda Pajero
Salah satu kabar yang paling dinantikan adalah kepastian kembalinya nama besar Pajero ke pasar otomotif dunia. SUV legendaris yang tangguh di medan off-road ini dipastikan tetap menggunakan struktur sasis tangga atau ladder-frame.
Pajero tidak lagi hadir sebagai satu model tunggal, melainkan akan dikembangkan menjadi sebuah keluarga besar kendaraan. Langkah ini bertujuan untuk menjangkau berbagai segmen konsumen yang berbeda mulai dari skala kecil hingga besar.
Rencana pengembangan varian dalam keluarga Mitsubishi Pajero meliputi:
- Flagship SUV: Model berukuran besar dengan fitur premium dan ketangguhan maksimal.
- Compact SUV: Varian dengan dimensi yang lebih ringkas namun tetap memiliki karakter Pajero yang kuat.
- Mini Pajero: Mobil berukuran kecil yang ditujukan khusus untuk segmen kei car di pasar Jepang.
Pengembangan ini membuktikan bahwa Mitsubishi ingin menghidupkan kembali kejayaan Pajero dengan menyesuaikan tren pasar modern. Setiap varian dirancang untuk memiliki identitas khas SUV penjelajah namun tetap relevan untuk penggunaan sehari-hari.
Pembaruan Xpander Hybrid dan Model Lainnya
Untuk pasar Asia Tenggara, Mitsubishi memberikan perhatian khusus pada regenerasi model unggulannya, yakni Xpander. Mengingat regulasi emisi yang semakin ketat, Xpander generasi terbaru dipastikan akan mengusung teknologi hybrid sebagai standar utama.
Selain Xpander, Mitsubishi juga tengah menyiapkan suksesor untuk Delica D:5 yang sudah lama tidak mendapatkan perubahan total sejak 2007. Minivan dengan DNA off-road ini akan mendapatkan pembaruan menyeluruh pada sisi teknis maupun desainnya.
Lini kendaraan niaga seperti Mitsubishi Triton juga masuk dalam daftar penyegaran, baik secara visual maupun performa mesin. Selain itu, terdapat dua model SUV misterius lainnya yang masih dirahasiakan detail spesifikasinya oleh pihak pabrikan.
Optimalisasi Produksi Melalui Teknologi AI
Dalam menghadapi persaingan global yang semakin sengit, Mitsubishi mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam proses riset dan pengembangan (R&D). Integrasi teknologi canggih ini bertujuan untuk mempercepat proses pembuatan mobil baru dari tahap desain ke produksi.
Hasilnya cukup signifikan karena waktu pengembangan berhasil dipangkas sekitar 20% dari durasi normal. Proses yang biasanya memakan waktu 45 bulan kini dapat diselesaikan hanya dalam 36 bulan saja hingga masuk ke lini produksi massal.
Mitsubishi juga menjalin kolaborasi strategis dengan mitra aliansi luar untuk lima dari 13 model yang direncanakan tersebut. Kerja sama ini dilakukan untuk menekan biaya investasi sekaligus mempercepat penetrasi pasar di berbagai belahan dunia.