Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, secara resmi memimpin upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Acara tersebut berlangsung di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan suasana yang khidmat.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti memberikan apresiasi tinggi bagi seluruh pengajar di tanah air. Beliau secara khusus menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi tanpa henti para guru dalam membangun masa depan bangsa.
Pemerintah menyatakan rasa bangga terhadap para pendidik yang telah mendarmabaktikan ilmu mereka. Pengabdian tersebut dinilai sangat krusial dalam upaya mencerdaskan kehidupan seluruh rakyat Indonesia.
Pendidikan sebagai Upaya Memuliakan Manusia
Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Hardiknas harus dijadikan momentum penting untuk refleksi diri. Peringatan ini merupakan saat yang tepat untuk menghidupkan kembali semangat dasar pendidikan nasional di setiap jenjang.
Beliau menjelaskan bahwa pendidikan pada dasarnya adalah proses yang dilakukan dengan penuh ketulusan dan kasih sayang. Hal ini menjadi kunci utama dalam upaya memanusiakan manusia secara utuh.
Inti dari setiap proses pendidikan adalah menemukan dan menumbuhkan potensi alami yang dimiliki setiap individu. Menurutnya, tujuan akhir dari kegiatan belajar-mengajar adalah untuk memuliakan manusia sebagai makhluk Tuhan.
Prinsip-prinsip pendidikan tersebut sejalan dengan visi besar yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara. Tokoh pendidikan nasional tersebut menekankan pentingnya sistem among dalam setiap praktik pembelajaran.
Ada tiga landasan utama dalam sistem pendidikan yang ditekankan oleh pemerintah:
- Asah: Proses pengasahan kecerdasan dan penguasaan ilmu pengetahuan bagi para siswa.
- Asih: Pemberian kasih sayang dalam proses belajar untuk menciptakan lingkungan yang nyaman.
- Asuh: Pendampingan yang berkelanjutan untuk membimbing karakter dan perilaku peserta didik.
Melalui ketiga prinsip tersebut, pendidikan diharapkan tidak hanya fokus pada pencapaian akademik semata. Pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan menjadi prioritas agar generasi muda memiliki kepribadian yang luhur.
Penerapan nilai asah, asih, dan asuh ini menjadi landasan kuat untuk membangun praktik pendidikan yang lebih humanis. Hal ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang cerdas sekaligus memiliki empati tinggi terhadap sesama.
Peringatan Hardiknas 2026 ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya kolaborasi dalam dunia pendidikan. Dukungan terhadap guru dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan Indonesia di masa depan.